Niat tidak harus diucapkan secara lisan karena tempatnya berada di dalam hati. Namun, melafalkannya dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian dan penguatan kesadaran dalam beribadah.
Menahan Diri dari Pembatal Puasa
Rukun berikutnya adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam. Pembatasan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengandung pesan moral.
Baca Juga: Kinerja Konsisten dan Arah Strategi 2026 Perkuat Saham Elnusa di Level Tertinggi Sejak IPO
Secara umum, hal-hal yang membatalkan puasa meliputi:
-
Makan dan minum dengan sengaja
-
Hubungan suami istri di siang hari
-
Tindakan lain yang secara fikih dinyatakan membatalkan puasa
Larangan tersebut bertujuan melatih pengendalian dorongan biologis dan emosional selama Ramadhan.
Baca Juga: Perut Cepat Lapar Saat Puasa? Bisa Jadi Karena Menu Sahur Ini
Syarat Wajib Puasa Ramadhan
Selain rukun, terdapat syarat wajib yang menentukan apakah seseorang dikenai kewajiban berpuasa atau tidak. Syarat ini berkaitan dengan kondisi individu yang menjalankan ibadah.
Syarat wajib puasa Ramadhan meliputi:
-
Beragama Islam, karena puasa merupakan kewajiban syariat bagi Muslim
-
Balig, sebagai tanda kesiapan menerima beban hukum
-
Berakal sehat, sehingga mampu memahami perintah dan larangan
-
Mampu secara fisik, tidak dalam kondisi sakit berat atau membahayakan diri