ragam

Kuliner Cirebon yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Kuliner Tiongkok

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:00 WIB
Penggunaan jeroan di empal gentong dipengaruhi kuliner Tionghoa yang sering memanfaatkan bagian dalam hewan. (batiqa.com)

Kabar BUMN - Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang sudah disinggahi orang asal Tiongkok sejak abad ke 13.

Para pendatang ini masuk sebagai pedagang lewat jalur Sutra.

Pengaruh budaya Tionghoa cukup kental di Cirebon, yang bisa dilihat dari sejumlah kulinernya.

Kuliner khas Cirebon ini mengadopsi kuliner Tiongkok.

Baca Juga: Ragam Keseruan Festival Pecinan TMII 2026, Lengkap dengan Atraksi Budaya dan Kuliner

Empal gentong
Empal gentong diperkirakan muncul abad 15. Pertama kali di Desa Battembat, Tengahtani, Cirebon.

Kuliner ini hasil perpaduan antara kuliner lokal, Arab, India dan Tionghoa.

Bahan utamanya daging atau jeroan sapi. Kalau dulu dari daging kerbau yang lebih mudah didapat.

Penggunaan jeroan dipengaruhi kuliner Tionghoa yang sering memanfaatkan bagian dalam hewan.

Baca Juga: 5 Destinasi Luar Negeri Terbaik untuk Liburan Imlek

Diyakini berasal dari Desa Jatiseeng, Ciledug, Cirebon, tahu gejrot pertama muncul tahun 1950-an. (pergikuliner.com)

Tahu gejrot
Diyakini berasal dari Desa Jatiseeng, Ciledug, Cirebon, tahu gejrot pertama muncul tahun 1950-an.

Para pekerja lokal yang bekerja di pabrik tahu mencoba memproduksi tahu sendiri.

Agar berbeda dengan tahu pabrik, ukuran tahu dibuat kecil, dalamnya kopong, dan diolah jadi kuliner baru.

Halaman:

Tags

Terkini