Karena itu, sepatu bukan pilihan ideal sebagai kado Imlek.
Baca Juga: Valentine Anti-Mainstream: Date Seru di Museum Listrik TMII yang Bisa Dinikmati Siapa Saja
4. Sapu Tangan
Sapu tangan sering dikaitkan dengan air mata dan perpisahan.
Dalam beberapa tradisi, sapu tangan bahkan diberikan saat momen duka.
Memberikannya saat Imlek dikhawatirkan membawa energi kesedihan di awal tahun.
Baca Juga: Ragunan Siap Menyambut Libur Long Weekend Imlek 2026, Yuk Rencanakan Wisatamu!
5. Benda Tajam (Pisau atau Gunting)
Benda tajam seperti pisau atau gunting melambangkan “memotong” hubungan atau rezeki.
Memberikan hadiah ini bisa ditafsirkan sebagai simbol memutus tali persaudaraan atau keberuntungan.
6. Angka 4 dalam Jumlah Hadiah
Angka 4 dihindari dalam budaya Tionghoa karena pelafalannya (四 / sì) mirip dengan kata “mati” (死 / sǐ).
Karena itu, memberi hadiah dalam jumlah empat atau kelipatannya dianggap kurang membawa keberuntungan.
Sebaliknya, angka 8 justru dipercaya membawa hoki karena bunyinya menyerupai kata “makmur.”
Baca Juga: Long Weekend Imlek 2026 di TMII: Ada Liong Dance, Barongsai, dan Tiket Mulai Rp25.000!
Pilih Hadiah yang Sarat Makna Positif
Alih-alih memilih hadiah yang berpotensi membawa makna negatif, masyarakat biasanya memberikan jeruk mandarin, kue keranjang, teh, atau angpao sebagai simbol rezeki dan keberuntungan.
Warna merah dan emas juga dominan karena melambangkan kebahagiaan serta kemakmuran.