Mimpi adalah kondisi yang terjadi tanpa kendali sadar, sehingga tidak masuk sebagai tindakan pembatal puasa.
Baca Juga: Bukber Rasa Piknik, TMII Hadirkan Suasana Baru untuk Ngabuburit Ramadan
4. Suntikan Obat Non-Nutrisi
Memahami antara suntikan nutrisi dan non-nutrisi penting.
Suntikan obat seperti vaksin, antibiotik, atau terapi medis (tanpa unsur makanan atau nutrisi) tidak membatalkan puasa karena substansi tersebut tidak masuk ke tubuh lewat saluran makanan dan bukan sebagai makanan.
Namun perlu diketahui bahwa infus nutrisi atau zat gizi lewat pembuluh darah dapat membatalkan puasa jika tujuannya memberi zat gizi — beda dengan suntikan obat biasa.
Baca Juga: Update Harga Tiket Monas 2026: Jam Buka, Kuota Puncak, dan Akses Gratis Resmi
5. Menelan Dahak dan Lendir di Tenggorokan
Ini adalah salah satu hal paling sering disalahpahami.
Selama lendir atau dahak tertelan secara tidak disengaja tanpa niat makan/minum, maka puasa tetap sah.
Hanya jika seseorang secara sengaja menelan sesuatu untuk rasa atau kenikmatan, seperti sengaja menelan minuman, itulah yang membatalkan.
Baca Juga: Landing Jam Sore? Langsung Gas ke Spot Ngabuburit Hits Dekat Bandara Ini
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga ibadah yang harus dipahami syarat dan rukun secara benar.
Banyak tindakan ringan seperti berkumur, sikat gigi, mimpi basah, atau bahkan menelan ludah selama tidak disengaja tidak membatalkan puasa — hal ini ditegaskan oleh para ulama berdasarkan dalil dan kesepakatan ulama kontemporer.
Dengan memahami hal-hal ini, umat Muslim bisa berpuasa dengan penuh keyakinan dan ketenangan, tanpa kekhawatiran pada hal-hal ringan yang sering disalahpahami.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh keberkahan.***