Kabar BUMN - Kebiasaan langsung tidur setelah sahur masih sering dilakukan sebagian orang saat bulan Ramadan.
Alasannya sederhana: mengejar waktu istirahat sebelum kembali beraktivitas.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Baca Juga: Agar Puasa Tetap Semangat, Coba 5 Cara Sederhana Ini
Saat sahur, tubuh menerima asupan makanan dalam jumlah cukup besar setelah sebelumnya kosong berjam-jam.
Dalam kondisi tersebut, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal.
Jika seseorang langsung berbaring atau tidur, proses pencernaan bisa terganggu.
Baca Juga: Bijak Mengatur Uang THR Lebaran, Simak Tipsnya Agar Lebih Bermanfaat dan Tak Habis Sia-sia
1. Picu Asam Lambung Naik
Salah satu risiko utama tidur setelah sahur adalah naiknya asam lambung atau refluks asam.
Ketika tubuh berada dalam posisi berbaring, asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), mual, hingga rasa pahit di mulut.
Bagi penderita maag atau GERD, kebiasaan ini dapat memperparah gejala dan membuat puasa terasa lebih tidak nyaman sepanjang hari.
Baca Juga: Cara Mengetahui Minat dan Potensi Diri agar Arah Karier Lebih Jelas
2. Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung
Proses pencernaan membutuhkan posisi tubuh yang relatif tegak agar makanan dapat bergerak dengan baik dari lambung ke usus.