Kawasan ini dikenal dengan hamparan sawah terasering yang menjadi salah satu ikon Bali dan telah diakui sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Selain menyuguhkan pemandangan alam yang memikat, Jatiluwih juga dianggap cocok untuk mendukung pengalaman wisata berbasis olahraga atau sport tourism.
Penyelenggaraan event ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengembangan sektor pariwisata Bali menjelang peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027.
Baca Juga: Panduan Sholat Idul Adha: Tata Cara, Niat, hingga Sunnah yang Perlu Diketahui
Targetkan Ribuan Peserta di Tahun Pertama
Pada penyelenggaraan perdana, Bali Tourism Run 2026 membuka kategori lari sejauh 5 kilometer dengan target sekitar 2.000 peserta.
Waktu pelaksanaan dinilai cukup strategis karena bertepatan dengan libur sekolah, momentum Hari Bung Karno, serta rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB).
Baca Juga: Lebih dari Solusi Pembiayaan Tradisional, Pegadaian Kini Wajah Utama Bank Emas Indonesia
Menariknya, sehari sebelum perlombaan berlangsung, kawasan Jatiluwih juga akan diramaikan dengan penyelenggaraan Jatiluwih Festival.
Kehadiran festival tersebut diperkirakan akan semakin menambah daya tarik wisata bagi peserta maupun pengunjung.
Pendaftaran Dibuka Secara Daring
Baca Juga: AirNav Indonesia Tegaskan Kesiapan Hadapi Gangguan Sinyal Navigasi Penerbangan
Pendaftaran Bali Tourism Run 2026 telah dibuka secara online melalui platform runon.id. Untuk periode early bird, biaya registrasi dipatok Rp250.000 hingga 21 Mei 2026, sedangkan tarif reguler sebesar Rp300.000 mulai diberlakukan pada 22 Mei 2026.
Panitia juga menegaskan bahwa kapasitas kawasan wisata tetap menjadi perhatian utama agar pelaksanaan kegiatan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap lingkungan Jatiluwih.
Ke depan, ASITA Bali menargetkan Bali Tourism Run menjadi agenda tahunan yang akan digelar secara bergilir di berbagai kabupaten di Bali. ***