AirNav Indonesia Tegaskan Kesiapan Hadapi Gangguan Sinyal Navigasi Penerbangan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Mei 2026 | 19:00 WIB
AirNav Indonesia memastikan kesiapan menangani gangguan sinyal navigasi pesawat atau GNSS RFI melalui prosedur standar keselamatan ICAO. (Dok. AirNav Indonesia)
AirNav Indonesia memastikan kesiapan menangani gangguan sinyal navigasi pesawat atau GNSS RFI melalui prosedur standar keselamatan ICAO. (Dok. AirNav Indonesia)

Kabar BUMN - Meningkatnya perhatian publik terhadap gangguan sinyal GPS pada pesawat dalam beberapa waktu terakhir mendapat respons dari AirNav Indonesia.

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia itu memastikan bahwa langkah penanganan terhadap gangguan sinyal navigasi telah disiapkan secara menyeluruh.

Fenomena tersebut, menurut AirNav, bukan hal baru dalam industri penerbangan global dan dikenal dengan istilah GNSS RFI (Radio Frequency Interference).

Baca Juga: 4 Stasiun Kereta Tertua di Jepang, Masih Mempertahankan Bangunan Aslinya

”Penanganan GNSS RFI merupakan salah satu agenda keselamatan global yang dicanangkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization).

Terkait ini, AirNav Indonesia telah melakukan antisipasi melalui penerapan prosedur standar yang komprehensif,” ungkap Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno dalam pernyataan resminya, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam penjelasannya, AirNav Indonesia menerangkan bahwa pesawat modern saat ini menggunakan sistem navigasi berbasis satelit global atau Global Navigation Satellite System (GNSS).

Baca Juga: Magang Procurement Officer di Kimia Farma, Kesempatan Belajar Dunia Pengadaan Barang dan Jasa

Sistem tersebut bekerja dengan menangkap sinyal dari jaringan satelit yang mengorbit bumi.

Untuk memastikan ketepatan dan integritas sinyal, teknologi ini diperkuat melalui sistem augmentasi berbasis pesawat (ABAS), berbasis darat (GBAS), serta berbasis satelit (SBAS).

AirNav menjelaskan bahwa sinyal satelit yang diterima di permukaan bumi memiliki daya relatif rendah. Karena itu, sistem navigasi dirancang menggunakan beberapa lapisan teknologi tambahan untuk menjaga keakuratan navigasi dalam berbagai situasi.

Baca Juga: PT TIMAH Percepat Pengelolaan Arsip Digital untuk Dukung Tata Kelola yang Lebih Transparan

”Gangguan frekuensi radio dari berbagai sumber terhadap sinyal inilah yang secara teknis disebut GNSS RFI,” lanjut Avirianto.

Lebih lanjut, Avirianto menyebut bahwa ICAO telah memasukkan GNSS RFI sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda keselamatan penerbangan internasional selama beberapa tahun terakhir.

Organisasi penerbangan sipil dunia tersebut bahkan telah menetapkan prosedur standar bagi negara-negara anggota untuk mendeteksi, melaporkan, hingga merespons gangguan sinyal GNSS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini