Dalam bahasa setempat ronjok artinya bakar gunung, sedangkan sayak artinya batok kelapa.
Tradisi ini dilakukan setelah sholat isya.
Ronjok Sayak digelar sebagai ucapan syukur dan kegembiraan setelah puasa sebulan penuh.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Annual Pass THR TMII, Masuk Berkali-kali Cuma 1 Tiket!
Selain itu juga sebagai penghormatan pada leluhur yang meninggal.
Dalam tradisi ini masyarakat membuat tumpukan batok kelapa setinggi satu meter di depan rumah.
Bentuknya bisa seperti tusuk sate atau gunungan. Setelah itu, batok kelapa dibakar bersama-sama.
Baca Juga: 7 Hidangan Lebaran yang Selalu Hadir di Meja Makan
Meriam Karbit
Tradisi dari Pontianak ini berakar dari kepercayan lama masyarakat setempat.
Konon, Raja pertama Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka lahan di Pontianak dan sering diganggu hantu.
Ia menyuruh pasukannya melontarkan meriam untuk mengusir hantu tersebut.
Meriam terbuat dari kayu mabang atau meranti. Panjangnya 5-6 meter diameter 50-70 sentimeter.
Baca Juga: Mudik Lebih dari 15 Jam? Ini Tips Ampuh Agar Kamu Tidak Jenuh di Perjalanan
Bahan peledak terbuat dari karbit yang dimasukkan pada lubang dan disulut dengan api.
Tradisi memasang meriam karbit pernah dilarang pada era Orde Baru.