ragam

Tempat Makan Ayam Goreng di Yogyakarta dengan Bumbu Tradisional yang Melegenda Hingga Puluhan Tahun

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:30 WIB
Tempat makan Ayam Goreng Mbah Cemplung berdiri sejak 1973 di Desa Wisata Kasongan, Bantul, tempatnya sedikit tersembunyi tetapi diincar banyak orang. (sleman.pikiran-rakyat.com)

Kabar BUMN - Tidak melulu gudeg, di Yogyakarta pun bisa berburu kuliner ayam goreng, terutama yang versi tradisional atau kampung.

Ayam goreng kampung berupa ayam dengan bumbu kuning lalu diungkep dulu sebelum digoreng.

Yogyakarta sendiri salah satu surga ayam goreng kampung yang lezat dan murah.

Beberapa di antara tempat makan ayam goreng kampung ini sudah mendapat gelar legendaris.

Baca Juga: 7 Cara Cepat dan Sehat Menurunkan Berat Badan Usai Lebaran

Ayam Goreng Mbah Cemplung
Berdiri sejak 1973 di Desa Wisata Kasongan, Bantul, tempatnya sedikit tersembunyi tetapi diincar banyak orang.

Proses masaknya masih tradisional dengan tungku dari kayu bakar. Ayam diungkep dulu baru digoreng kering.

Ayam goreng Mbah Cemplung menyediakan porsi ayam utuh atau pun per bagian.

Tersedia menu pendamping lain, seperti jeroan, kepala ayam, tempe, tahu, terong, dan oseng-oseng.

Baca Juga: Temukan Pesona Kota Khas Eropa Zaman dulu di Tengah Udara Sejuk Rustic Market Sentul, Bogor

Salah satu gerai Ayam Goreng Mbok Berek di Yogyakarta. (Google/Arie Dwi Utomo)

Ayam Goreng Mbok Berek
Pelopor ayam goreng kremes ini memulai usaha tahun 1952 dari warung kecil di Desa Candisari, Kalasan.

Ciri khas dari ayam goreng Mbok Berek adalah menggunakan ayam goreng kampung yang diungkep.

Setelah digoreng, ayam ditaburi kremes dibuat dari tepung terigu, sagu, sisa kaldu ungkepan ayam dan aneka bumbu.

Halaman:

Tags

Terkini