Kabar BUMN - Fenomena ketindihan sering kali dikaitkan dengan hal mistis karena membuat seseorang merasa tidak bisa bergerak saat tidur.
Banyak orang mengaku mengalami sensasi seperti dada ditekan, sulit berbicara, hingga merasa ada sosok di sekitar mereka.
Pengalaman tersebut memang terasa nyata dan menakutkan, terutama ketika terjadi untuk pertama kalinya.
Namun di balik cerita yang berkembang di masyarakat, kondisi ketindihan ternyata dapat dijelaskan secara medis.
Dalam dunia kesehatan, fenomena ini dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur yang terjadi ketika tubuh dan otak belum sepenuhnya sinkron saat seseorang tidur maupun terbangun.
Apa Itu Ketindihan?
Baca Juga: Tips Memenuhi Kuota Jalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Agar Tidak Terasa Melelahkan
Ketindihan merupakan kondisi ketika seseorang sadar, tetapi tubuhnya belum bisa bergerak atau berbicara untuk sementara waktu.
Episode ini biasanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan sering terjadi saat baru tertidur atau ketika baru bangun tidur.
Secara medis, kondisi ini terjadi karena otak sudah terbangun lebih dulu sementara otot tubuh masih berada dalam fase relaksasi tidur. Akibatnya, seseorang merasa seperti lumpuh sementara meski sebenarnya tetap sadar dengan keadaan sekitar.
Baca Juga: Magang di PT PELNI Dibuka! Kesempatan Belajar Dunia Kerja untuk Mahasiswa S1
Mengapa Tubuh Bisa Mengalami Sleep Paralysis?
Saat tidur, tubuh memasuki fase REM atau Rapid Eye Movement. Pada fase ini, otak aktif bermimpi sementara otot tubuh dibuat rileks agar seseorang tidak melakukan gerakan sesuai mimpi yang sedang dialami.
Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa terbangun sebelum fase REM benar-benar selesai.