Seluruh produk tersebut dapat dibeli dalam jumlah satuan ataupun besar.
Di sekitar pasar tertua di Bogor ini banyak pedagang kaki lima yang menawarkan kuliner khas Bogor.
Mulai dari bir kotjok, soto bogor, bakso, sampai mie bogor.
Baca Juga: Berani Masuk? Rumah Hantu “Leuweung Sancang” Hadir di Garut, Siap Uji Nyali!
Vihara Mahacetya Dhanagun
Dikenal juga dengan nama Klenteng Hok Tek Bio. Hok artinya dewa, tek artinya kebijakan, dan bio artinya tempat.
Maknanya vihara ini tempat kebijakan para dewa.
Diperkirakan didirikan abad ke 18 bersamaan dengan kedatangan keturunan Tionghoa dari Batavia ke Bogor.
Baca Juga: Festival Gedongsongo 2026: Perpaduan Wisata Budaya, Lampion, dan Tradisi di Semarang
Vihara Mahacetya Dhanagun ini menggunakan konsep mia.
Artinya bangunan vihara dibuat seluruhnya tertutup kecuali pada bagian tengahnya yang dibuat terbuka.
Di bagian terbuka ini terdapat ruangan untuk melakukan sembahyang.
Baca Juga: Hari Tari Sedunia di TMII Siap Digelar, Penari Topeng Nusantara Bisa Ikut
Kuliner legendaris
Salah satu daya tarik Suryakencana adalah kulinernya, terutama yang sudah melegenda.
Seperti Cungkring Pak Jumat. Cungkring berupa cungur, kikil, dan kering (gorengan) yang disiram saus kacang.