Vihara ini dulunya rumah Ibu Hartati Murdaya, pengusaha penganut Buddha.
Rumah pribadi ini diubah menjadi vihara pada tahun 1976.
Baca Juga: 3 Kuliner Kaki Lima di Cipete, Jakarta Selatan, Mudah Dijangkau dengan MRT
Setelah diserahkan pada Bhante Vidhurdhammaborn, bangunan diperluas dan menjadi tempat ibadah.
Vihara ini juga menjadi tempat pengembangan agama Buddha.
Setiap perayaan Waisak, Vihara Buddha Metta Arama mampu menampung sekitar 200 orang.
Baca Juga: Kuliner Malam di Jogja: 5 Mie Chili Oil dengan Porsi Pas dan Harga Ramah Kantong
Candi Jiwa Baturaja
Candi yang berada di Karawang ini tidak banyak diketahui publik.
Candi Jiwa Baturaja dibangun pada masa Kerajaan Tarumanegara, sekitar abad ke 5-6.
Lokasinya di tengah persawahan.
Candi Jiwa Baturaja menjadi pusat perayaan Waisak bagi warga Buddha di Jawa Barat.
Baca Juga: 6 Oleh-oleh Non Makanan-Minuman yang Bisa Dibawa dari Arab Saudi, Rata-rata Tanpa Masa Kadaluarsa
Orang yang datang ke candi ini umumnya berasal dari Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Rengasdengklok.
Rangkaian acaranya tidak berbeda dengan yang dilakukan di vihara atau candi lainnya.
Mulai dari penyerahan amisa puja sampai pemercikan tirta Waisak.
Baca Juga: Jalur Pendakian Merbabu via Thekelan Ditutup 3–7 Juni 2026, Ini Penyebabnya