Kabar BUMN - Kawah Ijen di Jawa Timur kembali menjadi sorotan internasional setelah menyandang status UNESCO Global Geopark.
Destinasi alam yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso ini dikenal memiliki keindahan vulkanik yang unik, mulai dari fenomena blue fire hingga danau kawah berwarna hijau toska.
Tak hanya itu, kekayaan budaya masyarakat lokal juga menjadi faktor penting yang membuat kawasan ini diakui dunia.
Baca Juga: Fresh Graduate Merapat! Lowongan Account Officer MUM Dibuka untuk Perempuan, Lulusan SMA Bisa Daftar
Fenomena Blue Fire yang Langka di Dunia
Salah satu daya tarik terbesar Kawah Ijen adalah fenomena api biru atau blue fire yang hanya dapat disaksikan pada malam hari.
Fenomena alam ini terjadi ketika gas sulfur bersuhu sangat tinggi keluar dari celah vulkanik, kemudian terbakar saat bersentuhan dengan oksigen di udara.
Baca Juga: BRI Perluas Akses Investasi Syariah, Produk Reksa Dana Syailendra Kini Hadir di BRImo
Suhu gas sulfur di Kawah Ijen bahkan disebut dapat mencapai lebih dari 360 derajat Celsius, menghasilkan nyala biru terang yang sangat jarang ditemukan di dunia.
Keunikan inilah yang menjadikan Ijen sebagai salah satu destinasi vulkanik paling menarik bagi wisatawan maupun peneliti internasional.
Tak hanya blue fire, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai salah satu danau paling asam di dunia. Perpaduan dua fenomena alam langka tersebut membuat kawasan ini memiliki nilai geologi yang tinggi.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Candi Borobudur, Menunya Khas dan Sudah Melegenda
Resmi Menjadi UNESCO Global Geopark
Status UNESCO Global Geopark untuk Kawah Ijen resmi ditetapkan pada 2023 melalui sidang Dewan Eksekutif UNESCO.
Pengakuan ini diberikan karena kawasan Ijen dinilai memiliki warisan geologi penting berskala global sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan kehidupan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Elnusa Tebar Semangat Berbagi di Iduladha 1447 H Lewat Penyaluran 321 Hewan Kurban
Kawasan Geopark Ijen mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, dengan karakter bentang alam hasil aktivitas vulkanik dan tektonik selama jutaan tahun.