Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2026 Berhadiah Mobil Listrik, Simak Cara Mengumpulkan Poinnya
Bandara modern menggunakan barcode atau kode khusus pada label untuk mengarahkan koper ke pesawat yang sesuai.
Jika ada transit, sistem juga akan memastikan bagasi berpindah ke penerbangan berikutnya.
3. Mendukung keamanan penerbangan
Setiap koper yang masuk ke bagasi harus terhubung dengan identitas penumpang yang valid. Hal ini membantu mencegah adanya bagasi tanpa pemilik atau barang mencurigakan yang tidak terdata.
4. Mempermudah pelacakan saat terjadi masalah
Ketika koper terlambat tiba, salah kirim, atau tertukar, informasi pada label menjadi petunjuk utama bagi petugas untuk melacak lokasi bagasi.
Baca Juga: WSBP dan Pelanggan Tanam 1.217 Pohon pada Kuartal I 2026, Dukung Infrastruktur Berkelanjutan
5. Memberikan tanda penanganan khusus
Beberapa label juga memuat keterangan tambahan seperti fragile untuk barang mudah pecah atau priority untuk bagasi yang memerlukan penanganan tertentu.
Jangan Buang Potongan Labelnya
Baca Juga: Bunga Matahari Raksasa dan Sayap Malaikat Hadir di Prambanan, Sudah Foto di Sini?
Setelah check-in, penumpang biasanya akan menerima potongan kecil label bagasi. Meski sering dianggap tidak penting, potongan ini sebaiknya disimpan hingga perjalanan selesai.
Jika terjadi kendala pada bagasi, nomor yang tercantum pada label dapat membantu proses pelacakan menjadi lebih cepat dan akurat.
Jadi, lain kali saat melihat stiker menempel di koper sebelum terbang, jangan langsung menganggapnya sebagai tempelan biasa.