Pedagang yang berjualan di pasar ini umumnya berasal dari kampung sekitarnya.
Biasanya setelah musim panen, semakin banyak perahu penjual yang muncul di Pasar Terapung Lok Baintan.
Hari lain yang cukup ramai adalah hari pasar yang jatuh setiap hari Jumat.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Orang Lebih Sehat dan Panjang Umur
Menggunakan perahu jungkung
Baik penjual maupun pembeli menggunakan perahu jungkung untuk bertransaksi di pasar terapung.
Setiap perahu dilengkapi tongkat berkait kawat yang dipakai untuk menarik perahu lain agar mendekat.
Fungsi utamanya tentu saja untuk memudahkan transaksi.
Sebagian besar penjualnya perempuan dengan ciri mengenakan tanggui (topi lebar dari rumbai).
Baca Juga: Ternyata Kopi Bisa Bantu Redakan Cemas, Ini Waktu dan Takaran Terbaiknya
Mereka akan mendayung perahu di sepanjang sungai.
Bila tertarik membeli, orang tinggal memanggil dan mendekatkan perahu ke arah penjual.
Kalau dulu masih berlaku sistem barter, sekarang sudah lebih banyak yang menggunakan uang.
Selain bisa berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, juga bisa wisata kuliner.
Baca Juga: Waspadai! Ini Jenis Souvenir Ilegal di Asia Tenggara yang Tidak Boleh Dibeli
Beberapa kuliner yang mudah ditemui adalah soto banjar dan ketupat kandang.