Polusi udara di Lahore juga disebabkan karena adanya residu hasil panen, asap dari pembakaran batu bara, sisa bakaran sampah dan debu-debu dari konstruksi bangunan.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta
2. Hotan, China
Kota Hotan yang berada di propinsi Xinjiang di China selatan memiliki indeks kualitas udara 94,3 µm. Kota ini dihuni 5 juta penduduk yang hidup dari industri metal dan perhiasan.
Kondisi ini udara diperburuk karena lokasi Hotan dekat dengan Taklimakan, sebuah wilayah padang gurun yang sering menyebabkan badai pasir.
Ketika terjadi Covid-19 dan aktivitas manusia di luar ruangan berkurang, kualitas udara Hotan membaik. Sayangnya, setelah pelonggaran Covid-19, kualitasnya kembali memburuk.
Baca Juga: Hiking di Sekitar Jakarta, Rekomendasi Aktivitas Seru Pengisi Akhir Pekan
3. Bhiwadi, India
Kota ini memiliki indeks kualitas udara sekitar 92,7 3 µm. Kota industri yang ada di distrik Alwan ini mengalami polusi udara akibat dari proses industri yang mengeluarkan sulfate, nitrat, dan karbon hitam.
Penyebab lainnya yang cukup besar adalah polusi di jalanan (kendaraan dan debu). Polusi juga diperburuk dengan proses pertanian, konstruksi bangunan, hasil residu rumah tangga.
Beberapa rumah di kota ini masih menggunakan kayu dan batu bara untuk aktivitas sehari-hari sehingga menambah buruk polusi udara.***