3. Stres yang berlebihan
Karyawan sering mengalami stres berlebihan di kantor karena sering tidak cocok dengan atasan atau rekan kerja. Tidak ada komunikasi yang jelas dan sering merasa takut gagal atau disalahkan.
Baca Juga: 12 Tanda Anda Terlahir Sebagai Pemimpin Sejati
4. Jabatan yang tidak jelas
Tanpa adanya peran dan tanggung jawab yang jelas, karyawan akan selalu khawatir pada kinerja mereka. Sering terjadi konflik antar karyawan karena tidak ada tanggung jawab dan peran yang jelas.
Kadang saling lempar tanggung jawab. Masing-masing bingung, mereka harus mengerjakan apa.
Baca Juga: 3 Bahasa Tubuh yang Membuat Anda Terlihat Kurang Percaya Diri, Segera Hentikan Kesalahan Ini
5. Batas pekerjaan yang tidak sehat
Dalam lingkungan kerja yang toxic sulit untuk menciptakan work-life balance. Semua karyawan dituntut untuk lebih mengutamakan pekerjaan dibandingkan hal lainnya.
Kadang atasan berharap karyawan sering lembur, harus membalas surel, atau menjawab telepon dari atasan di luar jam kerja.
Baca Juga: 11 Tanda yang Menunjukkan Anda Seorang Perfeksionis
6. Gosip di kantor
Di setiap kantor pergosipan itu selalu ada tetap pada lingkungan kerja toxic, frekuensi gosip sangat tinggi.
Dibandingkan saling berkomunikasi dengan baik, karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka.
Gosip yang terlalu banyak semakin memicu lingkungan yang makin toxic. Dan sering satu orang atau satu kelompok menyebarkan gosip yang menyakitkan.
Baca Juga: Wajib Dihindari, Ini 10 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Membuat Hidup Berantakan
7. Tingginya angka turnover
Tingginya angka turnover atau jumlah pekerja yang keluar dan masuk, sudah merupakan pertanda lingkungan kantor yang toxic.
Ada beberapa alasan orang berhenti bekerja antara lain, gaji yang kecil, terbatasnya kesempatan naik jabatan dan kultur perusahaan yang buruk.
Sebuah studi yang dilakukan MIT Sloan menyatakan banyak karyawan yang berhenti bekerja karena lingkungan yang toxic. Studi lain juga mengatakan bahwa lingkungan kerja yang toksik 10,4 kali lebih cepat angka turnover-nya di perusahaan.***