Baca Juga: Manfaatkan Liburan Panjang Anak-anak, Lakukan Aktivitas Kreatif Bersama di Rumah
3. Hindari memilih kursi di tengah
Kursi pesawat kadang terbagi dalam dua jalur atau tiga jalur. Untuk pesawat besar kadang ada jalur di tengah yang terdiri atas empat atau lima kursi.
Sebaiknya hindari kursi di jalur tengah karena paling tidak nyaman. Ini akan menyulitkan Anda untuk bergerak selama duduk di pesawat, termasuk pula ketika hendak ke toilet.
Baca Juga: Hanya Satu Jam dari Surabaya, 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Bangkalan
4. Pilih kursi di barisan depan
Umumnya penumpang yang duduk dibangku barisan belakang akan naik lebih dulu dibanding penumpang barisan depan. Ketika akan turun, penumpang di barisan belakang yang turun.
Kecuali pesawat yang ditumpangi punya dua pintu, sebaiknya pilih kursi di barisan depan, agar lebih cepat keluar.
Terutama bila Anda mendarat di bandara kecil. Penumpang yang ada di lima barisan depan akan bisa lebih cepat keluar dari bandara 30 menit lebih dulu dibandingkan penumpang di barisan belakang.
Baca Juga: Jalan-Jalan Ke Setu Babakan di Jakarta, Desa Wisata Dengan Budaya Betawi
5. Cari dekat pintu exit
Bagi penumpang yang berbadan besar dan kakinya panjang kadang jarak antar kursi sangat berpengaruh pada kenyamanan, terutama di pesawat-pesawat ukuran kecil.
Anda bisa memilih dekat pintu darurat, karena tidak ada kursi di depan Anda dan jaraknya pun cukup lebar. Bisa juga memilih dekat pintu turun karena biasanya ada sisa ruangan cukup besar di situ.
6. Minta pindah duduk
Cara ini bisa dilakukan ketika pesawat yang ditumpangi tidak penuh, ya. Dalam beberapa penerbangan tidak semua kursi penumpang terisi. Anda bisa mengecek mana saja yang kosong.
Baca Juga: Rasakan Sensasi Wisata Antimainstream di 8 Spot Camping Terbaik di Yogyakarta Ini
Lalu, tanyakan pada pramugari apakah Anda bisa pindah duduk. Sebagian besar pramugari akan mengizinkan.
Bahkan ada beberapa dari mereka yang juga menawarkan pindah duduk ketika pesawat kosong.***