Didik menilai, melalui berbagai inisiatif yang dilakukan tersebut akan meningkatkan fleksibilitas perusahaan ke depan dalam memilih dan memproduksi valuable products yang dapat memberikan nilai terbaik bagi perusahaan pada periode tertentu.
Baca Juga: Transparan, Pertamina Patra Niaga Kini Telah Menerapkan Skema Full QR Solar Subsidi Se-Indonesia
“Kelincahan inilah yang diharapkan perusahaan agar terus survive menghadapi uncertainty business saat ini,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito. Kata Warsito produksi Orthoxylene domestik ini akan mengurangi ketergantungan bahan baku impor, membantu neraca perdagangan Indonesia sekaligus mengamankan rantai pohon industri petrokimia.
“Untuk itu saya ingin mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang telah berhasil menjawab permasalahan pasokan bahan baku industri petrokimia domestik dengan mengaktifkan kembali produksi Orthoxylene nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Global, Pertamina Luncurkan 9 Produk Inovasi Bernilai Tinggi
Momen Seremonial Produksi dan Lifting Perdana Produk Orthoxylene (OX) berlangsung di Surabaya pada Senin (26/6/2023).
Acara ini turut dihadiri oleh Komisaris Utama Sekaligus mewakili CEO PT Petrowidada, Bindra Setya Utama, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Oos Kosasih, Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading Deni Febrianto, dan Presiden Direktur and CEO PT TPPI, Erwin Widiarta.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan bisnis petrokimia merupakan bisnis masa depan dan Pertamina akan terus melakukan hilirisasi minyak menjadi produk petrokimia.
Baca Juga: Dapat Pendanaan, RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Bakal Jadi Kilang Modern Ramah Lingkungan
“Pertamina akan terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk petrokimia sebagai program hilirisasi crude to chemical, sejalan dengan proyek RDMP atau modernisasi kilang yang tengah berjalan,”ujar Fadjar.
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Hadapi Tantangan Global, Pertamina Luncurkan 9 Produk Inovasi Bernilai Tinggi
Transparan, Pertamina Patra Niaga Kini Telah Menerapkan Skema Full QR Solar Subsidi Se-Indonesia
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tindak Tegas SPBU Nakal
Pertamina Geothermal Energy Sukses Memonetisasi Pendapatan Baru dari Karbon Credit
Komitmen Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Pertamina Diganjar 40 Penghargaan di Ajang ISRA 2023