Bahkan, Setiyono yang juga ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) tidak memungkiri nantinya peternakan sapi akan memberikan pendapatan setara, bahkan melebihi dari hasil yang diperoleh dari perkebunan sawit itu sendiri.
Baca Juga: ANTAM Berhasil Salurkan 207 Hewan Kurban di Seluruh Wilayah Operasional saat Momentum Idul Adha 2023
Ia menuturkan, hal itu mungkin saja terwujud setelah KUD Tunas Muda mulai dilirik oleh Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Gapensiska) usai melaksanakan kesepakatan kerjasama dengan ASPEKPIR.
Kemudian kerjasama tersebut dikukuhkan dengan penandatanganan MoU dalam gelaran Training Of Trainer, Fasilitator Sistem Integrasi Sapi -Kelapa Sawit (Siska) belum lama ini.
Setyono mengatakan bahwa program Integrasi Sapi - Kelapa Sawit (Siska) merupakan program yang sangat bagus bagi petani kelapa sawit. Sebab akan memberikan banyak keuntungan baik itu terhadap kebun kelapa sawitnya atau pun perekonomiannya.
Baca Juga: Rayakan 3 Tahun AKHLAK, Menteri BUMN Buka 'Program Relawan Bhakti Batch IV', Yuk Daftar!
"Ada nilai tambah dalam program ini, selain kepada kebun kelapa sawit tentu juga peningkatan ekonomi petani itu sendiri," ujarnya.
Keuntungan tersebut di antaranya petani bisa mengurangi kecenderungan bergantung pada pupuk kimia yang kini harganya melambung tinggi. Sebab ada limbah dari ternak sapi yang menjadi pengganti pupuk kimia yakni pupuk organik. Jadi pemeliharaan kebun kelapa sawit masih cukup terjaga.
"Kemudian, daging sapi yang diternak petani kita itu lebih padat. Karena dilepaskan, bergerak bebas, tidak hanya dikandangkan. Bobotnya itu hingga mencapai 100 kilogram. Alhamdulillah ini akan menjadi bisnis menjanjikan selain usaha utama perkebunan sawit. Apalagi pasar masih terbuka luas," tuturnya.
Sementara itu, PTPN V di awal Januari 2021 mengguyur modal usaha untuk peternakan sapi sebesar Rp1 miliar kepada para petani sawit usai mengikuti program PSR di Siak. Bantuan tersebut bertujuan untuk menjaga roda ekonomi para petani hingga menjelang panen.
Usai tanam perdana selama 30 bulan, medio Juni 2023 kemarin, para petani tersebut telah merasakan manisnya panen perdana. Kini, tingkat ekonomi para petani dijamin meningkat usai hasil panen dan peternakan sapi berjalan seiringan.
Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa bersyukur dengan keberhasilan para petani mitra binaan PTPN V yang berhasil membuka diversifikasi bisnis baru. Dia berharap program peternakan sapi yang dijalankan oleh Setyono dan kawan-kawan bisa menjadi inspirasi bagi petani sawit lainnya untuk mengikuti peremajaan sawit rakyat.
Baca Juga: Komisi VII DPR Apresiasi Upaya PLN dalam Kurangi Emisi Karbon
Menurutnya, saat ini salah satu kendala terhambatnya percepatan peremajaan sawit rakyat yang digesa oleh pemerintah selain permasalahan legalitas dan birokrasi adalah kekhawatiran petani kehilangan penghasilan selama masa peremajaan menunggu panen.
Artikel Terkait
Jelang Palm Co, PTPN V Berhasil Kantongi 100 Persen Sertifikasi RSPO
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN V yang Sukses di Riau Bakal Diterapkan Secara Nasional
Harumkan Nama Indonesia, Putri Pensiunan PTPN V Raih Medali Emas di Ajang Olympics World Games 2023
Liga Sentra Indonesia - SSB Binaan PTPN V Raih Posisi Runner-up Putaran Nasional
Petani Plasma PTPN V Sambut Baik Pembentukan PalmCo