"Dalam program PTPN V untuk Sawit Rakyat, kita berikan kesempatan kepada petani untuk bekerja langsung di arealnya dan mendapatkan penghasilan. Selanjutnya, selain petani bisa mendapatkan gaji dari melalui pola padat karya tersebut, sekarang kita juga bantu modal petani untuk usaha sampingan mereka, melalui pendanaan UMK bergilir bergulir," urainya.
Dalam jangka panjang, program ini juga akan berdampak positif dengan adanya integrasi sawit sapi, tidak hanya membantu ekonomi para petani di masa peremajaan sawit.
Baca Juga: Setiap Momen Idul Adha, PT Timah Tbk Konsisten Salurkan Hewan Kurban ke Masyarakat
"Saya melihat bahwa strategi menggabungkan perkebunan sawit dengan peternakan sapi di lahan masyarakat akan membawa manfaat cukup besar, mulai dari manfaat ekonomi, pangan, hingga pupuk," paparnya.
Jatmiko berharap program ini berjalan dengan baik dan muncul "Tunas Muda" lainnya. Ia juga menyampaikan, PTPN V akan terus memberikan pendampingan kepada para petani dalam upaya mengembangkan peternakan sapi tersebut.
"Secara garis besar, saya berharap program ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi nilai tambah ekonomi bagi para petani serta mendorong kabupaten Siak sebagai salah satu sentra perkebunan sawit dan peternakan sapi di Riau," harapnya.***
Artikel Terkait
Jelang Palm Co, PTPN V Berhasil Kantongi 100 Persen Sertifikasi RSPO
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN V yang Sukses di Riau Bakal Diterapkan Secara Nasional
Harumkan Nama Indonesia, Putri Pensiunan PTPN V Raih Medali Emas di Ajang Olympics World Games 2023
Liga Sentra Indonesia - SSB Binaan PTPN V Raih Posisi Runner-up Putaran Nasional
Petani Plasma PTPN V Sambut Baik Pembentukan PalmCo