Mulai dari identifikasi, pemasangan, hingga perawatan dan optimalisasi pemakaian energi bersih menjadi peran Pertamina, sehingga manfaat program ini terasa bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Perkuat Program UMK Academy, Pertamina Gandeng Kemendag Fasilitasi UMKM
Dengan memanfaatkan energi bersih tersebut, selain mengurangi emisi karbon juga mendorong perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Program ini sejalan dengan bisnis Pertamina yang dalam operasinya selalu memperhatikan keseimbangan ekonomi dan ekosistem,” kata Fadjar.
Penghargaan ini merefleksikan komitmen pekerja muda Pertamina untuk membuat inovasi program keberlanjutan (sustainability), sehingga tercapai visi Pertamina sebagai sustainable company.
SDG Innovation Accelerator for Young Professionals diikuti total 677 inovator dari berbagai negara di dunia yang merupakan anggota/sub anggota UNGC, dimana 69 inovator berasal dari Indonesia.
Seluruh innovator telah melalui masa fellowship dan selama 9 bulan masa penyelesaian inovasi. Tak hanya diikuti oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peserta ajang ini juga berasal dari kalangan swasta dan industri.***
Artikel Terkait
Membanggakan! Pertamina Sabet Dua Penghargaan Internasional di Communitas Awards 2023
Pertamina Hulu Energi Resmi Teken Kontrak Kerja Sama Pengelolaan Wilayah Kerja Bunga
Dirut Pertamina : Kolaborasi Global untuk Hadapi Trilema Energi
Berhasil Lolos Uji Statis, Pertamina Terus Kembangkan Sustainable Aviation Fuel
Pertamina Call Center 135 Kembali Bawa Pulang Penghargaan di Ajang Contact Center World Asia Pacific Awards
Dapat Dukungan dari Pemerintah, Pertamina Lakukan Transformasi Subsisi LPG 3 Kg