Program dan Strategi Transisi Energi PLN untuk Wujudkan Dekarbonisasi Nasional

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Desember 2023 | 14:30 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) dalam paparannya mengatakan, tantangan terbesar transisi energi terletak pada pendanaan untuk pensiun dini pembangkit batu bara. (Dok. PLN)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) dalam paparannya mengatakan, tantangan terbesar transisi energi terletak pada pendanaan untuk pensiun dini pembangkit batu bara. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) memaparkan program dan strategi untuk dekarboniasi sektor kelistrikan tanah air di panggung utama gelaran COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) (5/12) dengan tema “Enabling a Just and Managed Transition for Coal”.

Strategi dan mekanisme PLN dalam pengurangan penggunaan batu bara secara bertahap akan menyumbang penurunan emisi karbon secara signifikan.

Chief Executive Officer COP28 Adnan Amin mengatakan, COP28 mendorong agar proses dekarbonisasi dalam transisi energi melalui penghentian pemanfaatan batu bara secara bertahap bisa terlaksana.

Baca Juga: Beli Paket Data Indosat di Livin' by Mandiri Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta dari Bank Mandiri, Begini Caranya

Pihaknya juga mengajak seluruh 60 negara yang tergabung untuk mengambil tanggung jawab dan segera bergeser dari batu bara ke energi bersih.

"Dunia harus mempercepat transisi energi dengan cara yang tertib, adil dan merata. Dengan mempertimbangkan sekuritas energi, dan memastikan bahwa pendanaan serta teknologinya tersedia untuk negara-negara berkembang," ujar Amin.

Amin menekankan bahwa penghentian pemanfaatan batu bara merupakan bagian penting dari transisi energi.

Karena saat ini listrik yang berbasis batu bara menyumbang sekitar 27% emisi energi dan industri global.

Baca Juga: Info Magang Bersertifikat BUMN, Kimia Farma Buka 3 Lowongan untuk Mahasiswa Berbagai Jurusan, Simak Syarat dan Kualifikasinya

Tantangannya kemudian adalah, akan ada sejumlah besar modal yang terkunci dan tidak dapat diganti untuk aset batu bara di negara-negara Selatan.

Sebab, usia pembangkit listrik tenaga batu bara di Asia dan Afrika jauh lebih muda dibandingkan dengan wilayah Utara.

"Kita harus menyediakan alat yang diperlukan untuk membantu beralih dari batu bara ke energi bersih. Hal ini memerlukan inovasi mekanisme pendanaan iklim yang inovatif, termasuk kredit transisi yang dapat membantu pemerintah dan perusahaan melakukan pensiun dini (pembangkit batu bara)," jelas Amin.

Climate Change Ambassador Perancis, Stephane Crouzat menilai negara berkembang seperti Indonesia sudah melakukan berbagai trobosan untuk mengurangi emisi karbon.

Keterlibatan lembaga keuangan internasional dan juga pihak swasta dalam perluasan investasi perlu didorong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini