"Kami berharap program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga dan kelompok tani Desa Kuwiran, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong minat para pemuda di Desa Kuwiran untuk terjun di bidang pertanian," terang Retna.
Pelaksanaan program modernisasi pertanian ini berlangsung selama dua hari, pada hari kedua akan berlangsung kegiatan Pelatihan & Workshop Pengolahan Sampah Hasil Panen yang akan diisi oleh Narasumber dari Dosen Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Anggun Rahmada.
Jasa Marga, PT JMJ dan PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini dengan memberikan bantuan pupuk cair selama kurang lebih 1 tahun kepada kelompok tani Desa Kuwiran dan melakukan pendampingan penggunaan drone selama 1,5 bulan.
Baca Juga: 8 Program PTBA untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, yang Sejalan Tujuan Mulia Grup MIND ID
Dengan semangat kolaborasi dari berbagai pihak, Jasa Marga yakin bahwa program TJSL Modernisasi Pertanian ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih lestari dan mendukung kesejahteraan daerah setempat.
Ke depannya, Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar koridor jalan tol Jasa Marga Group.
Sebelumnya Jasa Marga juga telah merealisasikan program TJSL berbasis CSV di proyek jalan tol Jasa Marga lainnya yaitu program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink) untuk masyarakat di sekitar proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.***
Artikel Terkait
Jasa Marga Gelar Executive Risk Summit 2024 Untuk Dorong Implementasi Manajemen Risiko yang Komprehensif dan Efektif
Jasa Marga Menang Predikat Emas untuk Kategori Pilar Sosial di TJSL & CSR Award 2024
Tingkatkan Komitmen Keberlanjutan Lingkungan, Jasa Marga Raih Penghargaan di Indonesia's Top Green Leaders Award 2024
Jasa Marga Konsisten Tumbuh dengan Laba Bersih Rp2,35 Triliun di Semester I Tahun 2024
Jasa Marga Sabet Penghargaan Ajang Indonesia Most Acclaimed Companies Award 2024