Penandatanganan kerjasama tersebut memperkuat kesepakatan sebelumnya dalam berbagai bidang.
Antara lain mengenai potensi kolaborasi di era transisi energi, asuransi perdagangan dan fasilitas kredit, pembangkit Geothermal, pengukuran dan kualifikasi emisi Metana di Lapangan Donggi Matindok dan JOB Tomori.
Penyuntikan CO2 CCUS-EOR di lapangan Sukowati (phase 2), dan produksi bioenergi dengan menerapkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture & Storage) di area Sumatra Selatan.
Hadir dalam penandatanganan tersebut, Emma Sri Martini (Direktur Keuangan Pertamina), A. Salyadi Saputra (Direktur Strategi, Portofolio, & Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina), Takeda Sachiko (JICA), Kazuki Hondo (NEXI), Wataru Ikushima (MARUBENI), Tomomi Yamada (JAPEX), dan Hiroyuki Mori (JOGMEC).
Selain itu, sejumlah manajemen Pertamina dan Subholding antara lain Oki Muraza (Senior Vice President of Technology Innovation), Chalid Said Salim (Direktur Utama Pertamina Hulu Energi), Julfi Hadi (Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy).
Muhamad Arifin (Direktur Region 4 Pertamina EP), Andry (General Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi), dan Zulfikar Akbar (GM Zone 11 Pertamina EP).
Baca Juga: Kemeriahan Kemerdekaan ke-79 RI di Pertamina Drilling, Semangat Tak Terhenti!
Di ajang 2nd AZEC Ministerial Meeting 2024 yang melibatkan pemimpin perusahaan energi internasional, Emma Sri Martini (Direktur Keuangan Pertamina) menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Kolaborasi dengan perusahaan internasional dari Jepang diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.
“Kami memiliki tujuan yang sama dalam mengurangi emisi karbon dengan menggali potensi dan peluang kerjasama untuk menghasilkan energi hijau dan bebas karbon,”ujar Emma Sri Martini di sela-sela penandatanganan tersebut.
Baca Juga: Pangandaran Tak Hanya Pantai, Kunjungi Juga Aquarium Indonesia!
Penandatanganan Pertamina dan seluruh perusahaan Jepang tersebut telah terlaksana di Grha Pertamina, Selasa 20 Agustus 2024, dan resmi diumumkan ke publik pada acara 2nd AZEC Ministerial Meeting 2024, hari ini, Rabu (21/8).
Emma menambahkan bahwa melalui kerjasama dengan Perusahaan Jepang ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam memimpin transisi energi di Indonesia.
Berbagai inisiatif transisi energi telah dijalankan Pertamina antara lain, peningkatan energi panas bumi, pengembangan green energy.
Artikel Terkait
Dukung Transisi Energi, Subholding Upstream Pertamina Pasok Kebutuhan Gas Nasional 53.228 MMSCF
Elnusa Perkuat Kemitraan dengan Universitas Pertamina untuk Tingkatkan Kompetensi SDM
IFRA 2024: Pertamina Patra Niaga Kenalkan Pola Kemitraan Bisnis Non-BBM di SPBU
79 Meter Bendera Merah Putih Dibentangkan saat Pertamina Patra Niaga Bersihkan Sungai Ciliwung
Kawal Spirit HUT-RI, Kilang Pertamina Internasional Luncurkan Inisiatif Stratejik Setara 321 Juta USD