Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo mengatakan, Prominent Award 2024 merupakan ajang apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan dedikasi, inovasi dan kontribusi bagi masyarakat dan perekonomian bangsa dan negara.
Baca Juga: PLN Terangi IKN, Keandalan Listrik pada HUT ke-79 RI Diapresiasi Berbagai Kalangan
"Penerima penghargaan malam ini telah menjadi tauladan dan inspirasi dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, beretika, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," ujar Arief.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, penghargaan ini diraih atas kerja keras seluruh insan PLN dalam mendukung transformasi proses bisnis di perusahaan sehingga menghasilkan kinerja keuangan terbaik.
Melalui transformasi, Darmawan melanjutkan, PLN berhasil membentuk struktur Holding Sub Holding di perusahaan sehingga menata proses bisnis menjadi streamline, mengubah kultur organisasi dari bureaucratic like menjadi business like hingga manjadikan aset PLN yang sebelumnya terfragmentasi, menjadi terintegrasi.
Baca Juga: Top! Infrastruktur Strategis Penghubung IKN-Balikpapan Pakai FABA PLN
“Dengan transformasi, PLN membentuk 2 sub holding pembangkitan yang menjadi Generation Company terbesar se-Asia Tenggara, yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power.
"Kemudian, kami menghadirkan PLN Energi Primer Indonesia, agar memastikan ketersediaan pasokan energi primer untuk keandalan pasokan listrik, dan PLN ICON Plus untuk membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh,” ucap Darmawan.
Lewat penghargaan ini Darmawan juga menegaskan komitmen PLN untuk terus mendukung agenda Pemerintah dengan menjadi lokomotif transisi energi di Indonesia menuju Net Zero Emissions (NZE) di 2060.
Baca Juga: YBM PLN UID Jakarta Raya Salurkan Bantuan Logistik untuk Pengungsi Kebakaran Manggarai
Lebih lanjut lagi, perseroan juga akan terus berinovasi agar proses transisi energi ini sekaligus menciptakan peluang baru bagi perekonomian.
Hingga tahun 2023, pengembangan pembangkit telah mencapai 8.786 megawatt (MW).
Dengan rincian pembangkit berbasis hidro (PLTA/PLTMH) sebesar 5.777 MW, pembangkit berbasis panas bumi (PLTP) sebesar 2.519 MW, dan sisanya berasal dari surya (PLTS), angin (PLTB) dan biomassa.
“Selain itu, kami mengimplementasikan program co-firing biomassa sebagai campuran sebagian batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk menekan emisi yang dihasilkan.
Artikel Terkait
Top! Infrastruktur Strategis Penghubung IKN-Balikpapan Pakai FABA PLN
PLN Terangi IKN, Keandalan Listrik pada HUT ke-79 RI Diapresiasi Berbagai Kalangan
Selamat! DirutĀ PLN Sabet Penghargaan Sustainable Leader of The Year in Energy Transition di Lestari Award 2024
Akselerasi Transisi Energi, PLN Jalin Kolaborasi dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC)
PLN Pasang 118 Mikro PLTS untuk Listriki Warga 3 Pulau di Pangkep dengan Energi Terbarukan