"Pada tahun 2023, kami menginplementasikan di 43 lokasi PLTU dengan total penggunaan biomassa sebesar 1 juta ton dan berhasil memproduksi 1,04 terrawatt hour (TWh) listrik yang menyumbangkan penurunan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2 serta melibatkan lebih dari 40 ribu pekerja,” ujar Darmawan.
Tidak sampai di situ, PLN juga memanfaatkam limbah PLTU atau biasa disebut Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dan berhasil mengoptimalkan potensi 3 juta ton FABA per tahun yang dihasilkan oleh 47 PLTU PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dukung Green Industry, PLN Salurkan 275 Ribu Unit REC ke PT Agincourt Resources di Medan
Melalui Program ini, PLN berhasil mengurangi emisi sebesar 216 ribu ton CO2 dan memberikan lapangan kerja untuk lebih dari 1.000 orang, dengan melibatkan lebih dari 200 UMKM.
“Kami juga telah dan akan terus mendukung semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menyediakan charging station di seluruh wilayah Indonesia.
"Hingga saat ini telah tersedia lebih dari 1.617 unit SPKLU, 2.182 SPBKLU, dan 9.956 SPLU untuk dimanfaatkan para pemilik kendaraan listrik,” pungkas Darmawan.***
Artikel Terkait
Top! Infrastruktur Strategis Penghubung IKN-Balikpapan Pakai FABA PLN
PLN Terangi IKN, Keandalan Listrik pada HUT ke-79 RI Diapresiasi Berbagai Kalangan
Selamat! DirutĀ PLN Sabet Penghargaan Sustainable Leader of The Year in Energy Transition di Lestari Award 2024
Akselerasi Transisi Energi, PLN Jalin Kolaborasi dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC)
PLN Pasang 118 Mikro PLTS untuk Listriki Warga 3 Pulau di Pangkep dengan Energi Terbarukan