"Bekal pengetahuan tentang teknik konstruksi yang efektif dan efisien, pemilihan bahan bangunan yang ramah lingkungan, hingga tren yang berkembang di pasar, akan meningkatkan daya saing dan menjadi nilai tambah bagi tenaga konstruksi, yang pada akhirnya akan memberikan mereka kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan,” kata Vita Mahreyni.
Sementara itu, Yono, 40 tahun, salah satu tenaga konstruksi peserta pelatihan yang saat ini bekerja pada proyek pembangunan rumah susun Paspampres di IKN, merasa bersyukur dan senang dapat mengikuti pelatihan karena banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.
Misalnya tentang aspek K3, teknik konstruksi yang efektif, dan beragam produk bahan bangunan seperti bata interlock dari SIG yang menurutnya memberikan kemudahan dalam membangun rumah.
"Produk bata interlock dari SIG ini ternyata sangat mudah digunakan dan tidak perlu banyak menggunakan material. Sangat membantu masyarakat yang mau membangun rumah.
"Terima kasih SIG yang sudah memberikan saya dan teman-teman lainya kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini," kata Yono.***
Artikel Terkait
SIG Raih Tiga Penghargaan SPEx2 Award 2024 Berkat Penerapan Keberlanjutan dalam Bisnis dan Operasional
Semen Hijau SIG Dipuji, Luhut Binsar Pandjaitan: Mengubah Industri Konstruksi dan Indonesia
Solusi Beton Berkelanjutan, SIG Pamerkan Aplikasi Semen Hijau di IKN
Pefindo Naikkan Peringkat SIG, Kondisi Keuangan Dinilai Sehat dengan Prospek Pasar yang Kuat
Stranas PK Fasilitasi Sinergi SIG dan Pemda, Menuju Pengelolaan Sampah yang Transparan