Jadi Urat Nadi Virtual Energi, Pertamina International Shipping Beberkan Kunci Utama Perkuat Logistik Nasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 12 September 2024 | 06:00 WIB
Suasana acara High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership 2024 yang diselenggarakan di Bali, pada Selasa (3/9). (DOK.ertamina International Shipping (PIS) )
Suasana acara High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership 2024 yang diselenggarakan di Bali, pada Selasa (3/9). (DOK.ertamina International Shipping (PIS) )

"Terakhir, regulasi dan dukungan pemerintah membantu kami terus optimal dalam menjaga rantai pasokan energi di seluruh Indonesia,” imbuh Yoki.

Baca Juga: Rayakan 55 Tahun, PTK Perkuat Langkah Go Global dan Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Dalam forum tersebut, sistem logistik yang andal disebut sebagai salah satu faktor terpenting dalam rantai perdagangan dan ekonomi dunia.

PIS, yang memiliki visi sebagai salah satu pemain utama industri logistik maritim global, berhasil menunjukkan kinerja yang prima untuk ikut menjaga ketahanan energi nasional.

Pada forum tersebut, Sekretaris Jenderal United Nations Trade and Development (UNCTAD) Rebeca Grynspan membuka sesi dengan menyampaikan pentingnya jaringan logistik yang andal di dunia yang semakin terhubung seperti saat ini.

Baca Juga: 10 Ucapan Bahasa Inggris untuk Rayakan Hari Maulid Nabi Muhammad 1446H/2024

Beragam kejadian besar dunia seperti pandemi Covid-19, konflik geopolitik, dan bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim, merupakan tantangan-tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemimpin dunia dan industri terkait.

Studi oleh UNCTAD menemukan negara-negara berkembang dengan bentang geografi kepulauan paling menderita akibat tantangan tersebut dengan rata-rata biaya logistik lebih tinggi 32 - 35% dari median global.

Kenaikan biaya logistik maritim mengakibatkan inflasi di negara berkembang 5 kali lebih besar di kelompok negara tersebut.

Baca Juga: 24 September 2024, Rute KM Dobonsolo Dideviasi untuk Dukung Acara Keagamaan Sehingga Melewati Biak

“Berdasarkan penelitian kami, biaya logistik maritim mengakibatkan inflasi 5x lebih tinggi di negara-negara berkembang. Indonesia paham betul mengenai ini. Dengan lebih dari 18.000 pulau, banyak penduduk di kepulauan ini merasakan konsekuensi dari mahalnya harga barang-barang kebutuhan harian mereka.

"Kenyataan ini menekankan seberapa gentingnya kita untuk meningkatkan ketahanan, inklusivitas, dan keberlanjutan rantai pasokan kita di dunia,” terang Grynspan saat membuka forum ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan sebagai BUMN, Pertamina akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyediakan energi yang cukup di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Brantas Abipraya Rampungkan Sumbu Kebangsaan: Ikon Hijau Ibu Kota Nusantara

"Ketahanan energi nasional yang terjangkau di seluruh Indonesia menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Fadjar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini