Melalui kegiatan bertajuk ‘PLN Go & See’ yang dilakukan beberapa bulan ke belakang, perusahaan lain berkesempatan untuk melihat keberhasilan implementasi transformasi yang dilakukan PLN. Hal ini dirasa krusial, karena tantangan perubahan iklim semakin nyata dampaknya di dunia.
Baca Juga: PT KAI Tingkatkan Fasilitas di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Kian Nyaman
"Terus terang, kami merasa bangga transformasi selama empat tahun terakhir di PLN dilihat dan diakui perusahaan lain di tingkat lokal dan internasional. Semoga hal ini dapat menginspirasi dan membuka semakin banyak pintu kolaborasi di masa depan," ujar Hartanto.
Hartanto melihat kolaborasi adalah salah satu skema kunci untuk memecahkan tantangan transisi energi. Oleh sebab itu, PLN senantiasa memperluas kolaborasi dan memperkuat komitmen industri terhadap solusi energi yang ramah lingkungan.
Deputy CEO Gulf Energy Development, Ravi Kurmarohita memberikan apresiasi kepada PLN karena telah dan terus melakukan transformasi di sektor energi kelistrikan.
Baca Juga: KAI Logistik Berikan Penawaran Khusus Pengiriman Sepeda Motor dan Paket Ikatan Motor Indonesia
Pada kesempatan ini, Gulf Energy Development melakukan site visit ke PLTA Cirata, PLTS Terapung Cirata, dan sistem digitalisasi pembangkitan PLN Indonesia Power (PLN IP).
"Keberhasilan transformasi yang dilakukan PLN ini dapat menjadi inspirasi untuk diimplementasikan perusahaan lainnya, termasuk Gulf Energy Development terutama di sektor energi terbarukan," kata Ravi.
Ravi berharap ke depannya, Gulf Energy Development dapat berkolaborasi dengan PLN dalam agenda transformasi di sektor energi.
Tidak hanya Gulf Energy Development, apresiasi transformasi PLN Group juga datang dari Banpu Public Company Limited, perusahaan energi terkemuka dari Thailand, serta Sarawak Energy Berhad (SEB) dari Malaysia.
Sebelumnya, Banpu Public Company Limited melakukan benchmark ke subholding PLN, PLN Indonesia Power untuk studi sistem digitalisasi pembangkitan, Reliability and Efficiency Optimization Center (REOC) yang telah berhasil diterapkan di pembangkit di Indonesia.
Sementara Sarawak Energy Berhad (SEB) menjadikan PLN benchmark dalam pengelolaan pembangkit listrik EBT. Perusahaan asal negeri Jiran ini melakukan benchmark ke PLTS Terapung Cirata yang dikelola PLN Nusantara Power pada 13-14 Agustus lalu.***
Artikel Terkait
PLN Siapkan Listrik Bersih Layani Pertumbuhan Industri Data Center di Indonesia
Upaya Kurangi Emisi Karbon, Pabrik Ajinomoto Gunakan Listrik Bersih PLN dengan 219 Ribu Unit REC Per Tahun
Institut Teknologi PLN: Kampus Pertama di Jakarta yang Beralih ke Energi Hijau dengan REC
PLN Manfaatkan Limbah Operasional Kantor Bank Indonesia di NTT Jadi Bahan Co-firing PLTU Bolok
PLN Berikan Pelatihan Ekspor untuk Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional