Kolaborasi dalam proyek ini tidak hanya sejalan dengan visi pemerintah menjalankan transisi energi, namun juga berkontribusi dalam membangun sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
"Karena sumber daya tak terbarukan seperti gas alam pada akhirnya akan habis, ini merupakan langkah strategis kami untuk menggantikan gas alam dengan air."
"Sehingga Pupuk Indonesia dapat terus memasok pupuk yang dibutuhkan petani dan tetap menjadi pemain kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Rahmad.
Baca Juga: Ayo Ikuti Program Mandiri Undian Jempolan untuk Gasak Mobil Listrik dan Hadiah Lainnya!
Direktur Gas & BBM PLN EPI, Rakhmad Dewanto menjelaskan hidrogen hijau merupakan salah satu energi baru yang penting dalam mencapai target transisi energi.
Saat ini, PLN memproduksi sekitar 203 ton hidrogen hijau per tahun dari 22 instalasi hidrogen yang didukung oleh Renewable Energy Certificate (REC) serta sumber panas bumi.
Dia juga memaparkan bahwa PLN EPI akan segera memulai pembangunan fasilitas hidrogen hijau dan pabrik amonia hijau di Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026-2027.
Baca Juga: Kembali Bekerja Setelah Libur Long Weekend, Tips Agar Semangat Tetap Membara
Proyek ini diperkirakan dapat memproduksi 15 kilo tonnes per annum (ktpa) hidrogen hijau yang dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan industri, seperti produksi pupuk ramah lingkungan.
“Hidrogen hijau dan amonia hijau yang kami hasilkan akan mendukung sektor industri yang lebih bersih di Indonesia, serta memainkan peran kunci dalam upaya dekarbonisasi,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Institut Teknologi PLN: Kampus Pertama di Jakarta yang Beralih ke Energi Hijau dengan REC
PLN Manfaatkan Limbah Operasional Kantor Bank Indonesia di NTT Jadi Bahan Co-firing PLTU Bolok
PLN Berikan Pelatihan Ekspor untuk Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional
Keberhasilan Transformasi PLN Menjadi Benchmark Perusahaan Internasional
Tampil Memukau, Konser Bruno Mars di JIS Didukung PLN dengan Suplai Listrik Terbaik