Merupakan inovasi teknologi alat penyiang padi dengan modifikasi mata pisau pembersih rumput dan pemotong akar padi yang secara khusus didesain sesuai dengan ukuran jarak tanam pada pertanian organik SRI.
Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Fitri Erika menambahkan bahwa dalam mewujudkan ketahanan energi melalui keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi, Regional Indonesia Timur juga berupaya untuk selalu memberikan manfaat jangka panjang kepada pemangku kepentingan, utamanya masyarakat lokal.
“Kami ingin masyarakat di wilayah operasi menjadi mandiri, dapat mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi dengan memaksimalkan potensi lokal yang tersedia.
"Melalui program Prabu Kresna ini, seluruh fungsi di perusahaan turut terlibat untuk menularkan core competency, sehingga terjadi transfer knowledge yang akan berguna meningkatkan kesejahteraan petani mewujudkan ketahanan pangan,” imbuhnya.
Baca Juga: Dipercaya Kreditur, PT Perikanan Indonesia Komitmen Jalankan Proposal Perdamaian Pasca PKPU
Penerapan teknologi merupakan salah satu bentuk penerapan core competency perusahaan yang berkontribusi pada pengembangan program pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui fungsi RAM pada divisi Mechanical Engineering, Mechanical, Fabrikasi.
Dimana hal itu membantu perancangan desain mesin, operasional transmisi engine, serta perakitan invensi alat penyiang khusus pertanian organik SRI Cakra Baskara.
Selain itu, pembuatan mata pisau juga memanfaatkan limbah besi non-B3 sehingga memiliki nilai guna mengubah masalah limbah menjadi alat solusi pertanian.
Baca Juga: Mitra BUMN Champion 2024, BNI dan Lima Mitranya Meraih Penghargaan dari Kementerian BUMN
Inovasi modifikasi teknologi ini merupakan inovasi modifikasi alat baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Inovasi ini juga telah mendapatkan pengakuan paten dengan Nomor Paten: IDS000007700 per tanggal 15 Maret 2024.
Penerapan inovasi teknologi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap efisiensi proses dan waktu penyiangan lahan pertanian organik.
Baca Juga: Kopi Cantel Braga: Tempat Nongkrong Baru di Tengah Kota Bandung
Efisiensi mencapai 70,96% yang artinya dapat menghemat kebutuhan tenaga kerja sampai 44 OH/Ha/musim dan menghemat biaya hingga Rp 4,4 juta/Ha/musim tanam, tergantung kondisi gulma rumput yang ada.
Artikel Terkait
Pertamina EP Donggi Matindok Field Donasikan Ambulans, Pelayanan Kesehatan di Ring Satu Makin Prima
Benahi Sistem Budidaya Lebah Kelulut, PT Pertamina EP Sangatta Berdayakan Petani dan Pariwisata Edukatif di Taman Nasional Kutai
Melalui Program CSR Kuas Jirak, Pertamina EP Tanjung Field Dukung Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi di Kabupaten Tabalong
Tingkatkan Efisien Energi Perusahaan, Pertamina EP Donggi Matindok Field Raih Penghargaan Bergengsi Internasional di ASEAN Energy Awards 2024
Inovasi Filter dari Pelepah Pisang Antarkan Pertamina EP Papua Field Raih Penghargaan Dharma Karya Madya ESDM 2024