Melalui Semen Hijau, SIG dan Kementerian PUPR Upayakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 21 Oktober 2024 | 16:30 WIB
Semen hijau SIG dukung Kementerian PUPR percepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan. (Dok. SIG)
Semen hijau SIG dukung Kementerian PUPR percepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan. (Dok. SIG)

Hadir sebagai narasumber Direktur Keberlanjutan Konstruksi dan seluruh Direktorat Bina Teknik di Kementerian PUPR, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Iswandi Imran dan Ketua ASI, Lilik Unggul Raharjo.

Baca Juga: Kementerian ESDM Ganjar 16 Penghargaan untuk SIG dalam Ajang Good Mining Practice 2024

Kegiatan ini diharapkan menjadi media penyampaian informasi, khususnya kepada para Konsultan Perancangan mengenai keunggulan teknis semen Non-OPC dan sifatnya yang ramah lingkungan.

Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Iswandi Imran menyampaikan bahwa pengembangan semen ramah lingkungan Non-OPC di Indonesia sudah cukup baik.

Saat ini telah terdapat beragam tipe semen ramah lingkungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan, seperti low heat, high durablity, high performance, high strength, dan lainnya.

Baca Juga: Komitmen Produksi Semen Hijau dan Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, SIG Perkuat Dekarbonisasi

“Standar dan regulasi semen ramah lingkungan di Indonesia juga sudah lengkap, baik dari sisi SNI materialnya, maupun juga SNI untuk desainnya.

“Ini sudah terakomodasi semua. Bahkan tadi juga disampaikan oleh bapak-bapak dan ibu dari PUPR, spesifikasinya pun sudah mengadopsi hal-hal tadi.

“Sehingga tinggal bagaimana kita secara konsisten menerapkannya di konstruksi yang kita tangani,” ujar Iswandi Imran.

Baca Juga: SIG Sukses Masuk 10 Besar Perusahaan Terpercaya Dunia Berkat Transformasi “On-Track”

Sementara itu, Ketua ASI, Lilik Unggul Raharjo menjelaskan bahwa semen Non-OPC memiliki banyak keunggulan, seperti emisi karbon yang lebih rendah dan meminimalisir penggunaan sumber daya alam.

Selain itu, semen Non-OPC juga berfokus pada kualitas dan keberlanjutan konstruksi, termasuk di antaranya kekuatan dan daya tahan.

Semen Non-OPC juga telah digunakan di berbagai mega proyek di Indonesia, seperti Jembatan Suramadu, Jalan Tol Bali Mandara, Pelabuhan Patimban, dan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: UMKM Sirop Buah Kawista Khas Rembang Sukses Menjual Ribuan Botol per Tahun Berkat Dukungan Rumah BUMN SIG

Terkait pasokan, Lilik Unggul Raharjo menyampaikan bahwa total kapasitas semen Non-OPC di Indonesia mencapai sekitar 93 juta ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini