Hingga periode Januari hingga September 2024, realisasi luas lahan yang tergabung dalam program ini mencapai 368.324 hektar atau 136 persen dari target tahun 2024.
Yaitu 350.000 hektar. Selain itu, program ini telah mencakup 145.928 petani binaan di berbagai daerah.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra, turut hadir dalam panen tersebut.
Ia menyampaikan bahwa tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah degradasi tanah dan penurunan produktivitas.
Teknologi dan pendampingan yang diberikan oleh Pupuk Indonesia, menurutnya, menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan tersebut.
"Pemupukan berimbang dengan memperhatikan kualitas tanah ini penting dilakukan, karena banyak di daerah-daerah di Indonesia yang kebablasan menggunakan pupuk."
"Di tempat lain ada yang menggunakan 800 kg/Ha padahal kebutuhannya hanya 175 kg/Ha."
"Ada yang salah dalam penyampaian informasi, terima kasih sekali teman-teman Pupuk Indonesia yang telah menyiapkan teknologi untuk pemupukan presisi,” pungkas Jekvy Hendra.
Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam meningkatkan akurasi pemupukan di lapangan.***
Artikel Terkait
Usulan Singkong Jadi Komoditas Penerima Subsidi, Pupuk Indonesia Berikan Respons Positif
Kesempatan Kerja di BUMN, Pupuk Indonesia Buka Lowongan Magang di Jakarta, Simak Posisi dan Kualifikasinya
Didampingi Karyawan Berpengalaman, Pupuk Indonesia Niaga Siap Dukung Program MAGENTA
PT Pupuk Indonesia Terapkan Teknologi Preci-Rice untuk Tingkatkan Produktivitas Padi di Subang
Dukung Atlet Nasional, Pupuk Indonesia Kembali Gelar Kejurnas Angkat Besi Junior 2024