Inovasi Teknologi Preci-Rice Dongkrak Produktivitas Padi di Subang

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 14:30 WIB
Optimalisasi produktivitas padi di Subang meningkat 8,54% berkat teknologi Preci-Rice dari PT Pupuk Indonesia, dukung Program Makmur dengan pemupukan presisi. (Dok. PT Pupuk Indonesia)
Optimalisasi produktivitas padi di Subang meningkat 8,54% berkat teknologi Preci-Rice dari PT Pupuk Indonesia, dukung Program Makmur dengan pemupukan presisi. (Dok. PT Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Melalui Program Makmur atau “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat”, perusahaan ini menerapkan teknologi pertanian presisi bernama Preci-Rice dalam budidaya padi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pada panen yang berlangsung pada 21 Oktober 2024, peningkatan hasil signifikan terlihat, dengan produktivitas padi yang meningkat dari 10 ton per hektar menjadi 11 ton per hektar, sebagaimana dihadiri oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh.

Baca Juga: Brantas Abipraya Raih Penghargaan di Asian Water Awards 2024, Jadi Satu-satunya BUMN Konstruksi yang Torehkan Prestasi di Ajang Se-Asia Ini

"Produktivitas padi di Subang memang sudah tinggi, jauh di atas rata-rata nasional."

"Alhamdulillah dengan teknologi Preci-rice, hasil panennya masih bisa dioptimalkan lagi. Ada kenaikan 8,54 persen," ungkap Tri Wahyudi Saleh.

Ia menekankan dampak positif teknologi tersebut dalam meningkatkan hasil panen.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Melestarikan Lingkungan, Telkom Gelar Kompetisi Bumi Berseru Fest, Dibuka 14 Oktober-15 November 2024

Tri Wahyudi juga menjelaskan bahwa teknologi Preci-Rice adalah inovasi yang dikembangkan oleh Pupuk Indonesia untuk mendeteksi kandungan unsur hara tanah, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) pada tanaman padi.

Teknologi ini menggunakan drone yang dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang cepat dan presisi sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga proses pemupukan menjadi lebih efektif dan efisien.

Dalam kerja sama Program Makmur bersama Kelompok Tani Sumber Jaya di Desa Mekarjaya, Preci-Rice telah melakukan pemetaan pada lahan padi seluas 174 hektar.

Baca Juga: 4 Restoran Belanda di Jakarta, Mengenang Makanan Oma-Opa Dulu di Masa Hindia Belanda

Berdasarkan hasil pemetaan ini, rekomendasi pemupukan yang diberikan adalah sebanyak 368 kg NPK dan 189 kg Urea per hektar.

Di lapangan, petani memanfaatkan 200 kg NPK dan 200 kg Urea pada usia tanaman 7 hingga 15 hari setelah tanam (HST), yang berasal dari alokasi pupuk subsidi berdasarkan RDKK pada tahap pemupukan pertama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini