"Semoga SIG semakin maju dan terus membantu masyarakat,” tutup Syaikhu.
Hal senada juga disampaikan Sari Murni, warga Desa Keyongan yang menerima bantuan gerobak bakso dari SIG.
Ibu dua anak yang telah berjualan pentol kuah di depan rumahnya selama tujuh tahun ini mengaku terbatas ketika berjualan dengan peralatan seadanya.
“Lokasi rumah saya yang dekat dengan madrasah diniyah membuat pelanggan saya sebagian adalah anak-anak,” ujar Sari Murni.
Dengan bantuan gerobak dari SIG, Sari Murni mengaku semakin semangat dalam berjualan dengan tetap menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.
Ia bahkan berencana akan mengembangkan usahanya dengan menambahkan menu bakso.
"Saya berharap dengan adanya gerobak ini pendapatan saya bisa meningkat untuk membantu suami saya yang bekerja sebagai petani, terutama untuk biaya pendidikan anak kedua saya yang masih SD," ungkap Sari Murni.***
Artikel Terkait
SIG Raih Penghargaan atas Inovasi Teknologi Industry 4.0 dari Kementerian Perindustrian pada 2024
SIG dan Pelindo Tingkatkan Sinergi Logistik untuk Jaga Ketersediaan Bahan Bangunan di Seluruh Indonesia
Transisi Menuju Ekonomi Hijau, SIG dan BTN Berkolaborasi Bangun Rumah Terjangkau dan Ramah Lingkungan
Melalui Semen Hijau, SIG dan Kementerian PUPR Upayakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Latih Strategi Pemasaran Digital, SIG Bantu Tingkatkan Daya Saing Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Gresik