Wamen BUMN Cek Sistem Monitoring Digital PLN, Jamin Listrik Aman Saat Nataru

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:30 WIB
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memonitor keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali di PLN UIP2B untuk kesiapan pasokan listrik di momen Nataru. (DOK.PLN)
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memonitor keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali di PLN UIP2B untuk kesiapan pasokan listrik di momen Nataru. (DOK.PLN)

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, selama empat tahun terakhir, PLN terus melakukan transformasi perusahaan berbasis digital, seluruh proses bisnis PLN yang dulunya dilakukan secara manual, kini telah terdigitalisasi.

Baca Juga: Diskon Tahun Baru 2025! KAI Tebar Promo YES Tiket Kereta Api 30% untuk 21 Perjalanan Ini

Digitalisasi di sisi sistem kelistrikan terbukti mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik dan di saat bersamaan meningkatkan efisiensi.

“Transformasi digital di PLN telah meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan listrik secara signifikan. Melalui integrasi teknologi canggih dan optimalisasi jaringan, kami berhasil menekan durasi dan frekuensi pemadaman listrik secara signifikan.

"Ini bukti nyata dari komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Darmawan.

Baca Juga: Terus Perluas akses KPR bagi MBR, Bank Mandiri Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Prestasi FLPP Terbaik

Keberhasilan penerapan sistem digital ini tercermin dari penurunan SAIDI dan SAIFI secara konstan dari tahun ke tahun semenjak dilakukan transformasi perusahaan di tahun 2020.

Sejak tahun 2020 sampai dengan November 2024, PLN telah berhasil menurunkan SAIDI sebesar 62,57% dan juga SAIFI sebesar 67,89%.

“PLN juga terus memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di berbagai wilayah melalui pemantauan berbasis teknologi digital yang terintegrasi.

Baca Juga: Nikmati Pesta Kembang Api Spektakuler saat Malam Tahun Baru di Jogja, Tempatnya Mudah Diakses

"Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap distribusi daya, deteksi dini potensi gangguan, serta optimalisasi pengaturan beban di setiap titik jaringan,” tambahnya.

Sedangkan dari sisi kesiapan pasokan listrik pada periode Nataru 2024 ini, PLN beban puncak mencapai sekitar 39 gigawatt (GW).

Dengan daya mampu sebesar 53 GW, maka masih terdapat cadangan daya yang mumpuni sebesar 14 GW.

Baca Juga: Umumkan Daftar Pemain, Jakarta Livin’ by Mandiri Siap Berlaga di Kejuaraan Proliga 2025 Putri

Selain itu, sebelumnya PLN juga telah menyiapkan 4.336 posko siaga dengan dukungan 81.591 personel yang siap siaga di seluruh Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini