Karsa dan Karya Wartinah, Kisah Mantan Buruh Migran Menuju Kemandirian

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 23 Januari 2025 | 12:30 WIB
Kisah inspiratif Wartinah, mantan buruh migran yang sukses membangun usaha mandiri di Indonesia. Simak perjalanannya menuju kemandirian di sini! (Dok. Pertamina)
Kisah inspiratif Wartinah, mantan buruh migran yang sukses membangun usaha mandiri di Indonesia. Simak perjalanannya menuju kemandirian di sini! (Dok. Pertamina)

Dia mencubit adonan cokelat kehitaman yang bertekstur seperti pasta dengan tangan kanan, kemudian memindahkannya ke tangan kiri hingga membentuk ukuran sebesar telapak tangan.

Baca Juga: KM Dobonsolo Jalani Docking, Persiapan Menyambut Angkutan Lebaran 2025

Setelah itu, adonan tersebut dipipihkan sampai lembut dan dicetak menggunakan alat pencetak, sehingga menghasilkan bentuk bulatan besar yang rapi.

Kepingan-kepingan tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Jika cuaca mendukung, adonan sudah bisa diangkat pada siang hari. Setelah itu, terasi dikemas dalam bungkus kertas. 

Baca Juga: Malas Bepergian Selama Libur Panjang, Coba Manfaatkan Waktu di Rumah dengan Beragam Aktivitas Produktif

Terasi yang telah siap edar ini kemudian dia bawa menggunakan sepeda untuk dijual keliling kampung, dititipkan di warung-warung langganan, atau diantarkan langsung kepada para pelanggan.

Pulangnya, Wartinah mampir ke pasar, membeli adonan fermentasi udang rebon untuk jadi bahan baku keesokan harinya. 

Saat Wartinah bekerja di dalam rumah, di luar, suaminya duduk di atas lincak sambil memandangi jalan.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025 Aman! Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Tetap Stabil

Sudah hampir dua tahun suaminya sakit. Ingatan dan memorinya kerap hilang.

Berbagai tempat, dari mulai dokter sampai pengobatan alternatif, sudah mereka datangi untuk mendapat pengobat, berbekal uang seadanya dari keuntungan jual terasi dipotong makan sehari-hari. 

Sejak suaminya sakit, Wartinah menjadi tulang punggung keluarga. Anak pertamanya sudah menikah, namun belum dapat pekerjaan. Sehari-hari si sulung kerja serabutan.

Baca Juga: Jasa Marga Perkuat Komitmen K3 Lewat Apel Peringatan Bulan K3 Nasional 2025

Sementara si bungsu bertahan hidup dengan ikut temannya, menjadi asisten videografer dan fotografer pernikahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini