Karsa dan Karya Wartinah, Kisah Mantan Buruh Migran Menuju Kemandirian

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 23 Januari 2025 | 12:30 WIB
Kisah inspiratif Wartinah, mantan buruh migran yang sukses membangun usaha mandiri di Indonesia. Simak perjalanannya menuju kemandirian di sini! (Dok. Pertamina)
Kisah inspiratif Wartinah, mantan buruh migran yang sukses membangun usaha mandiri di Indonesia. Simak perjalanannya menuju kemandirian di sini! (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Wartinah nyaris berkepala enam. Tidak heran jika beragam penyakit mendekapnya.

Kolesterol, gangguan tidur, rematik, dan asam urat. Intensitas kambuh penyakitnya setara dosis obat. Sehari tiga kali, kadang lebih. 

Ibu dua anak ini sudah tidak bisa berlama-lama mengayuh sepeda, dari siang sampai menjelang matahari tenggelam, mengedarkan terasi buatannya sendiri dari kampung ke kampung.

Baca Juga: Transformasi Digital Bank Mandiri Berbuah Pengakuan Internasional di APICTA Awards 2024

Padahal, aktivitas itu sudah lebih dari dua dekade dia lakukan, tepatnya setelah dia pulang ke tanah air dari Timur Tengah sebagai buruh migran.

Di Desa Rawagempol, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Wartinah adalah master pembuat terasi, layaknya perempuan seangkatan dirinya di kampung itu. 

"Sekarang, badan saya mudah capek. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak punya banyak pilihan."

Baca Juga: Hanya 1,5 Jam dari Yogyakarta, Purwokerto Bisa Menjadi Pilihan Wisata Alam dan Sejarah yang Menarik

"Saya tidak punya waktu menyalahkan nasib. Waktu yang saya punya lebih baik dipakai untuk membuat terasi," katanya sambil memipihkan adonan fermentasi udang rebon. 

Bulatan adonan setengah basah seukuran telapak tangan orang dewasa itu kemudian dia jemur sampai kering.

Dalam sehari, dari 10 kilogram bahan baku terasi, Wartinah biasa memproduksi rata-rata 100 keping terasi ukuran sedang, dan 20 ukuran besar.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Suplai Energi untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Satu keping terasi ukuran sedang dijual Rp2.500, dan keping besar Rp10.000. 

Jam dinas Wartinah dimulai sejak subuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini