Dalam setahun, bisnis yang dijalankan Eka serta empat karyawannya mampu meraup omzet di atas Rp1 miliar.
Dulu, di tengah ketidakpastian harga ikan tengkek yang rendah, Eka dan teman-temannya tidak tinggal diam.
Baca Juga: PHE ONWJ Wujudkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir Karawang dengan Jam Pasir
Mereka melihat potensi yang tersembunyi dalam ikan yang sering dianggap limbah oleh para nelayan.
Di bawah bimbingan PHE ONWJ melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, Eka memulai langkah inovatif untuk mengolah ikan tengkek menjadi produk bernilai tinggi, abon.
Eka memulai bisnisnya sejak 2016. Ia memulai usahanya dalam kondisi serba terbatas.
Baca Juga: Kapal Nelayan Alami Mati Mesin, PHE ONWJ Berhasil Selamatkan 10 Awak
Produknya dibungkus plastik seadanya, dan dipasarkan dari mulut ke mulut, dititip ke toko kelontong atau warung-warung.
Ia juga belum mengerti operasional bisnis.
Segalanya ia jalankan manual, pencatatan keuangan dan stok barang, manajemen stok, dan arus keluar masuk uang.
Baca Juga: PHE ONWJ Mulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX untuk Tingkatkan Produksi Migas
Kondisi ini membuat Eka sulit bersaing. Ia berhadapan dengan perusahaan bisnis abon yang sudah mapan dan menggunakan alat produksi yang canggih dan modern.
Eka tentu kalah di harga jual dan kualitas kemasan.
Produknya pun belum menjangkau minimarket dan toko-toko besar.
Baca Juga: Pertama di Karawang! PHE ONWJ Manfaatkan Ban Bekas untuk Atasi Abrasi Pesisir
Artikel Terkait
PHE ONWJ Lakukan First Cut Fabrikasi Anjungan OOA, Tanda Dimulainya Proyek Lapangan OO-OX
Sinergi Konservasi: PHE ONWJ Dukung Pelestarian Penyu Sisik di Pulau Rambut
PHE ONWJ Dorong Kesejahteraan Masyarakat dengan 49 Program CSR di Tahun 2024
EVE Ejector, Inovasi PHE ONWJ untuk Kurangi Emisi dan Tingkatkan Kinerja Operasi
Pohon untuk Anak Cucu, PHE ONWJ dan Warga Desa Cemara Kulon Bersatu Hijaukan Bumi