Kisah Jamal, Komandan Energi Terbarukan dari Dusun Bondan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 17:00 WIB
Jamal menggandeng Kilang Pertamina Internasional menghadirkan program Desa Energi Berdikari E-mas Bayu & E-Mbak Mina untuk mengaliri listrik di Dusun Bondan. (Dok. Kilang Pertamina Internasional)
Jamal menggandeng Kilang Pertamina Internasional menghadirkan program Desa Energi Berdikari E-mas Bayu & E-Mbak Mina untuk mengaliri listrik di Dusun Bondan. (Dok. Kilang Pertamina Internasional)

Kabar BUMNDusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah memiliki cerita panjang hingga masyarakatnya bisa menikmati kebutuhan dasar listrik.

Akses menuju Dusun Bondan yang menantang menjadi salah satu alasannya.

Wilayah ini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Dermaga Sleko, yang lokasinya tak jauh dari Nusakambangan.

Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Wujudkan Dekarbonisasi 430 Ribu Ton CO2 untuk Dukung Net Zero Emission

Saat malam tiba, dusun ditelan kegelapan.

Warga umumnya menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan seadanya.

Sebagian warga ada yang menarik kabel dari kelurahan lain untuk mengalirkan listrik dengan jarak hingga lima kilometer.

Baca Juga: Komitmen Keberlanjutan: Kilang Pertamina Internasional Olah Minyak Jelantah untuk Energi Ramah Lingkungan

Kondisi ini meresahkan hati Mohamad Jamaludin, salah satu pemuda Dusun Bondan.

Menggandeng PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap, dilakukan analisis permasalahan dan potensi yang ada di Dusun Bondan.

Hingga lahirlah program Desa Energi Berdikari E-mas Bayu & E-Mbak Mina yang merupakan akronim dari Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (Bayu) dan Energi Mandiri Tambak Ikan (Mina).

Baca Juga: Tujuh Tahun Berkarya, Kilang Pertamina Internasional Berikan 7 Kado untuk Ketahanan Energi Indonesia

"Kami memulai perjalanan membangkitkan listrik pada 2017.

“Dimulai dengan masuknya teknologi Hybrid Energy One Pole atau HEOP, yang menggabungkan sel surya dan kincir angin," jelas Jamaludin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini