Kabar BUMN – Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah memiliki cerita panjang hingga masyarakatnya bisa menikmati kebutuhan dasar listrik.
Akses menuju Dusun Bondan yang menantang menjadi salah satu alasannya.
Wilayah ini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Dermaga Sleko, yang lokasinya tak jauh dari Nusakambangan.
Saat malam tiba, dusun ditelan kegelapan.
Warga umumnya menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan seadanya.
Sebagian warga ada yang menarik kabel dari kelurahan lain untuk mengalirkan listrik dengan jarak hingga lima kilometer.
Kondisi ini meresahkan hati Mohamad Jamaludin, salah satu pemuda Dusun Bondan.
Menggandeng PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap, dilakukan analisis permasalahan dan potensi yang ada di Dusun Bondan.
Hingga lahirlah program Desa Energi Berdikari E-mas Bayu & E-Mbak Mina yang merupakan akronim dari Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (Bayu) dan Energi Mandiri Tambak Ikan (Mina).
Baca Juga: Tujuh Tahun Berkarya, Kilang Pertamina Internasional Berikan 7 Kado untuk Ketahanan Energi Indonesia
"Kami memulai perjalanan membangkitkan listrik pada 2017.
“Dimulai dengan masuknya teknologi Hybrid Energy One Pole atau HEOP, yang menggabungkan sel surya dan kincir angin," jelas Jamaludin.
Artikel Terkait
Kawal Spirit HUT-RI, Kilang Pertamina Internasional Luncurkan Inisiatif Stratejik Setara 321 Juta USD
Inovator Kilang Pertamina Internasional Go Global, Borong Penghargaan di Ajang Taiwan Innotech Expo 2024
Tujuh Tahun Berkarya, Kilang Pertamina Internasional Berikan 7 Kado untuk Ketahanan Energi Indonesia
Komitmen Keberlanjutan: Kilang Pertamina Internasional Olah Minyak Jelantah untuk Energi Ramah Lingkungan
Kilang Pertamina Internasional Wujudkan Dekarbonisasi 430 Ribu Ton CO2 untuk Dukung Net Zero Emission