AirNav Indonesia dan KPAI Sosialisasikan Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual ke 1.000 Anak Boyolali

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 4 Mei 2025 | 08:30 WIB
AirNav Indonesia dan KPAI edukasi 1.000 siswa Boyolali soal bahaya bullying dan kekerasan seksual anak dalam rangka peringatan Hardiknas 2025. (Dok. AirNav Indonesia)
AirNav Indonesia dan KPAI edukasi 1.000 siswa Boyolali soal bahaya bullying dan kekerasan seksual anak dalam rangka peringatan Hardiknas 2025. (Dok. AirNav Indonesia)

Kabar BUMN - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menggelar kegiatan edukatif di Pesanggrahan Pracimoharjo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual pada Anak ini diselenggarakan pada 2 Mei 2025. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) AirNav kepada masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.

“Tidak kurang dari 1.000 siswa dari delapan sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Boyolali kami undang pada kegiatan ini,” jelas Farchan Jamil, Vice President of CSR AirNav Indonesia.

Baca Juga: Proyek Flyover Sitinjau Lauik Resmi Dimulai, Ditandai Groundbreaking oleh Hutama Panorama Sitinjau Lauik

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tingginya risiko anak menjadi korban bullying dan kekerasan seksual, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

“Kami berharap, kegiatan edukasi hari ini bisa menjadi salah satu solusi untuk setidaknya menekan potensi bullying serta kekerasan seksual terhadap anak di sekolah dan lingkungan masing-masing,” lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa yang berasal dari SDN 1 Paras, SDN 2 Paras, SDN 3 Paras, SDN 1 Sumbung, SDN 1 Jelok, SDIT NU Cepogo, SMPN 1 Cepogo, dan SMPN 2 Cepogo.

Baca Juga: Sistem Kelistrikan di Bali Berhasil Pulih, Dirut PLN: Personel Kami di Lapangan Tetap Bersiaga

Mereka hadir bersama guru pendamping dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali.

Dalam acara ini, Wakil Ketua Umum KPAI, Lia Latifah, hadir sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi edukasi mendalam mengenai bahaya dunia digital terhadap anak.

“Ketika anak dibiarkan mengakses dunia digital secara bebas tanpa pengawasan yang cukup dari orang tua atau guru saat di sekolah, di situlah potensi itu muncul,” ungkap Lia Latifah yang juga merupakan direktur PAUD Inspirasi Indonesia.

Baca Juga: Palembang Siap Berwarna, Tiket Presale PLN Mobile Color Run 2025 Sudah Bisa Dipesan

Lia menjelaskan dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan, khususnya ponsel, yang dapat menjadi pintu masuk bagi perilaku perundungan dan kekerasan seksual.

Ia menyampaikan sejumlah materi penting yang meliputi pengaruh konten negatif di media sosial, risiko eksploitasi digital, serta beragam modus kejahatan online yang menyasar anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini