Waisak 2025: InJourney Perkuat Borobudur sebagai Destinasi Kultural dan Spiritual Inklusif

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Mei 2025 | 06:30 WIB
Candi Borobudur perkuat citra sebagai destinasi spiritual inklusif melalui Waisak 2025, hasil kolaborasi InJourney dan Walubi. (Dok. InJourney)
Candi Borobudur perkuat citra sebagai destinasi spiritual inklusif melalui Waisak 2025, hasil kolaborasi InJourney dan Walubi. (Dok. InJourney)

Prosesinya dilanjutkan dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, pelepasan lampion, dan peringatan detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 23.55.29 WIB.

Baca Juga: Manfaatkan Promo Tambah Daya PLN, Diskon 50 Persen Hanya Berlaku hingga 23 Mei

Acara diakhiri dengan pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali sebagai wujud penghormatan spiritual.

Untuk menjamin kelancaran acara, InJourney Destination Management (IDM) melalui PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan infrastruktur pendukung.

Mulai dari kantong parkir untuk menampung lonjakan pengunjung, hingga kerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Khas Jogja yang Wajib Dicoba, Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama

Tak hanya itu, disiapkan pula Pasar Medang yang menyajikan kuliner lokal serta parade seni dan tarian yang memberikan hiburan tambahan bagi masyarakat yang hadir.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, dan seluruh Umat Buddha serta pengunjung Borobudur lainnya bisa menikmati perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur."

"Kami berharap perayaan Waisak tahun ini bisa memberikan kesan dan makna yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir,” kata Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan.

Baca Juga: Kembali Bersinar, Bukit Asam Raih Penghargaan CSR Award dari Pemprov Lampung

Komitmen InJourney terhadap pariwisata inklusif terus diwujudkan melalui pengelolaan Borobudur.

Candi ini tidak hanya menjadi wajah pariwisata yang menonjolkan nilai budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi contoh pengembangan destinasi yang berfokus pada kualitas pengalaman, pelestarian budaya, dan pemberdayaan komunitas.

Upaya ini bertujuan menjadikan Borobudur sebagai model yang bisa diterapkan di destinasi lain di Indonesia.

Baca Juga: Pertamina EP Subang Field Nyalakan Harapan Pendidikan Lingkungan, 1.600 Sekolah Terinspirasi

“Candi Borobudur merupakan ekosistem pariwisata yang inklusif, yang berarti harus mampu menjangkau seluruh kalangan."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini