"Karena itu, InJourney telah mendorong berbagai prakarsa untuk menjadikan Candi Borobudur bukan hanya tempat wisata sejarah dan budaya, akan tetapi juga sebagai pusat spiritualitas yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang pengunjung,” tambah Maya Watono.
Maya menegaskan bahwa pendekatan yang inklusif, kontemplatif, dan berbasis komunitas menjadi kunci dalam pengelolaan Borobudur.
“Dengan dukungan para pemangku kepentingan, Candi Borobudur ke depan tidak hanya sekadar menjadi ikon dunia, akan tetapi juga rumah spiritual global yang penuh kedamaian,” tutup Maya Watono. ***
Artikel Terkait
Rayakan Waisak, InJourney Siap Kawal Kehadiran Puluhan Ribu Umat Buddha di Candi Borobudur
Sambut Waisak 2025, InJourney Hospitality Tawarkan Kenyamanan Menginap di Dekat Candi Borobudur
Kini Jadi Terminal Khusus Haji dan Umrah, Transformasi Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta oleh InJourney Tuai Pujian Presiden Prabowo
Sambut Waisak 2025, InJourney Siapkan Borobudur Jadi Tempat Wisata Spiritual dan Budaya yang Ramah Semua Kalangan
InJourney Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Perayaan Waisak di Borobudur