Vaksin TdaP yang dikembangkan dari kemitraan ini akan menggabungkan antigen Td dari Bio Farma dan aP dari BioNet.
Baca Juga: Keliling Singapura Tanpa Ribet dengan Tourist Pass Digital, Sudah Tersedia Online!
Vaksin ini dirancang untuk digunakan di seluruh kawasan Asia Tenggara, dengan proyeksi pasar mencapai 10–15 juta dosis per tahun dan nilai mencapai sekitar USD 200 juta.
Kolaborasi strategis ini juga diproyeksikan memperkuat kesiapsiagaan kawasan terhadap pandemi, membangun rantai pasok vaksin yang tangguh, dan meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan di Asia Tenggara.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mewujudkan kemandirian bangsa dalam sektor ekonomi, pangan, dan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. ***
Artikel Terkait
Bio Farma Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis untuk 1.000 Warga di Jawa Barat, Wujud Nyata Komitmen Kesehatan Inklusif
Bio Farma Dorong Kemandirian Nasional dalam Perang Melawan TBC
Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional, Bio Farma Gelar Vaksinasi Influenza Gratis di Bandung
FloDeg Terdaftar BPOM, Bio Farma Tawarkan Terobosan di Dunia Diagnostik Kanker
Bio Farma Hadirkan Program Ecoforestry dan Vaksinasi di Kabupaten Ciamis