Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 40 persen serta menyerap lebih dari 9.500 tenaga kerja secara nasional.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN mendukung penuh proyek ini sebagai upaya menuju Net Zero Emissions 2060 melalui pemanfaatan energi bersih yang andal dan berkelanjutan.
“Pada peresmian kali ini, terdapat tiga PLTP yang telah beroperasi, yakni PLTP Sorik Marapi Unit 5 (41,25 MW), PLTP Salak Binary (16,15 MW), dan PLTP Ijen Unit 1 (34,5 MW),” jelas Darmawan.
Sementara itu, lima proyek lainnya memasuki tahap groundbreaking, yaitu PLTP Muara Laboh Unit 2 (80 MW), PLTP Ulubelu Extension Gunung Tiga (55 MW), PLTP Wayang Windu Unit 3 (30 MW), PLTP Salak Unit 7 (40 MW), dan PLTP Patuha Unit 2 (55 MW).
Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa pengembangan PLTP ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden untuk memperluas akses energi bersih ke seluruh pelosok Tanah Air.
"Transisi energi tidak cukup hanya dengan membangun pembangkit hijau. Yang paling penting adalah memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
"Inilah esensi keadilan energi. PLN hadir untuk menjembatani akses, agar seluruh warga negara dapat swasembada dan berdaulat atas energi mereka sendiri," pungkas Darmawan.***
Artikel Terkait
Cetak Rekor Baru! PLN Indonesia Power Bukukan Pendapatan dan Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah Perusahaan
PLN Catat Kinerja Keuangan Terkuat dalam Sejarah, Siap Pacu Transisi Energi Nasional
PLN Catat Kinerja Positif, Konsumsi Listrik Tumbuh 17,78 TWh Sepanjang 2024
13 unit PLTS PLN Diresmikan Presiden Prabowo Serentak dengan 42 Proyek Pembangkit EBT Lain
PLN Gaungkan Semangat Zero Waste, Ribuan Relawan Kumpulkan Ratusan Ton Sampah