Menurutnya, kebiasaan ini menyebabkan kehilangan devisa negara hingga Rp178 triliun setiap tahunnya. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu, kecepatan, dan keterjangkauan layanan kesehatan nasional."
Baca Juga: Pertamina Berikan Penghargaan untuk 11 Kampus Pemenang TOP Pertamuda 2021–2024
"Bersama Bio Farma, kami yakin dapat menghadirkan layanan setara standar internasional tanpa masyarakat harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar Yulisar.
Melalui kolaborasi strategis ini, Bio Farma memperluas perannya tak hanya sebagai produsen produk kesehatan, tetapi juga sebagai penggerak sistem layanan medis yang berbasis inovasi dan kolaborasi.
Tujuan akhirnya adalah memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dan mendorong terciptanya sistem kesehatan nasional yang berdaulat. ***
Artikel Terkait
Langkah Besar Bio Farma: Distribusi Perdana FloDeg, Simbol Kemandirian Diagnostik Nuklir Indonesia
Perkuat Perlindungan Tenaga Kebersihan, Bio Farma Gelar Vaksinasi Tetanus Gratis bagi 200 Petugas di Bandung
Bio Farma Perkuat Posisi Indonesia dalam Ekosistem Farmasi Halal Global
Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks, Bio Farma Gandeng Roche Indonesia Hadirkan Inovasi Lokal
Distribusikan Radiofarmaka FloDeg ke RSHS Bandung, Bio Farma Kini Telah Bekerja Sama dengan Empat RS