SIG Tanam 13.424 Batang Pohon untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Lahan Pascatambang di Aceh

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 4 Agustus 2025 | 18:00 WIB
PT Solusi Bangun Andalas hingga Juni 2025 telah reklamasi seluas 32,43 hektare dengan menanam 13.424 batang pohon di Lhoknga, Aceh Besar. (DOK. SIG)
PT Solusi Bangun Andalas hingga Juni 2025 telah reklamasi seluas 32,43 hektare dengan menanam 13.424 batang pohon di Lhoknga, Aceh Besar. (DOK. SIG)

Kabar BUMN - PT Solusi Bangun Andalas, salah satu unit usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang beroperasi di Aceh, hingga Juni 2025 telah melakukan reklamasi seluas 32,43 hektare dengan menanam 13.424 batang pohon di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Penanaman pohon ditujukan untuk memulihkan fungsinya sebagai tempat hidup bagi keanekaragaman hayati pascatambang.

Lahan pascatambang PT Solusi Bangun Andalas ini kini telah didedikasikan sebagai area konservasi yang menaungi beragam aneka flora, serta berfungsi sebagai penyerap emisi karbon dan produsen oksigen.

Baca Juga: Dari Pantai hingga Kantor, PHM Laksanakan Aksi Lingkungan Terpadu di Seluruh Wilayah Operasi

Saat ini terdapat 9 jenis flora yang memiliki kemampuan optimal dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK), antara lain trembesi, sengon, jati, cemara, mahoni daun kecil, pulai, rambutan, pinang, dan mangga.

Selain aneka flora, lahan pascatambang PT Solusi Bangun Andalas juga menjadi habitat alami bagi 26 jenis satwa liar yang terdiri dari 21 jenis mamalia, empat jenis burung, dan satu jenis reptil.

Bahkan, ditemukan beberapa jenis satwa liar penting seperti linsang, kijang muncak, harimau Sumatra, anjing hutan Sumatra, kucing emas, trenggiling peusing, dan lutung kelabu.

Baca Juga: Pegadaian Catat Sejarah Baru! Terbitkan Obligasi dan Sukuk Terbesar Sepanjang Sejarah Senilai Lebih dari Rp8,14 Triliun

PT Solusi Bangun Andalas juga melakukan penanaman mangrove sebanyak 4.950 batang di pesisir sungai yang berada di sekitar lingkungan tambang, tepatnya di pesisir Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar, dengan luas lahan mencapai 1,25 hektare.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, PT Solusi Bangun Andalas telah mewujudkan komitmennya dalam melaksanakan pertambangan berkelanjutan dengan menata, memulihkan, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.

Keanekaragaman hayati yang terlindungi dalam lingkungan yang lestari berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam, dan meningkatkan daya dukungnya untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

Baca Juga: Tanjung Bulan BERSINAR: Program PEP Prabumulih Field untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Budidaya Ikan Berkelanjutan

”SIG mengapresiasi PT Solusi Bangun Andalas atas inisiatif pengelolaan lingkungan yang mengantarkannya meraih penghargaan PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” kata Vita.

Vita menambahkan, hingga tahun 2024 SIG telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 507,91 hektare di seluruh kawasan tambang yang dikelola Perusahaan melalui anak usaha dan unit usahanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini