Inovasi teknologi bahan bangunan ini menjadi faktor pembeda dari semen konvensional, serta menjadi competitive advantage untuk memimpin industri menuju industri hijau dan menciptakan peluang bisnis yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja.
Semen hijau SIG tercatat lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional karena diproduksi dengan mengoptimalkan penggunaan material ramah lingkungan dan penggunaan bahan bakar alternatif.
Di samping emisi karbon yang lebih rendah, semen hijau SIG juga memberikan kemudahan dalam pengerjaan konstruksi dan memberikan kualitas sesuai kelas peruntukannya.
”Semen hijau SIG dan produk turunannya berkontribusi sebesar Rp22,03 triliun atau setara 61% dari total pendapatan Perusahaan pada 2024.
Artikel Terkait
Program Bumi Kartini SIG Hadirkan Dampak Besar bagi Masyarakat Desa Ngampel, Blora
Tembus Pasar Nasional Bersama SIG, Ibu-Ibu Desa Glebeg Sukses Raup Ratusan Juta dari Minuman Herbal
SIG Kerja Sama dengan Asatu Realty Property Group Bangun Perumahan di Cianjur
SIG Hadirkan Akses Air Bersih di Tuwiri Kulon, Tuban, Kini Warga Tak Perlu Andalkan Hujan
SIG Dukung Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 dengan Pasok 22.184 Ton Semen