"Sejauh ini kami sudah mengajukan sebanyak 15 pembiayaan.
"Biasanya kami menerima pencairan pinjaman 80% dari invoice yang kami ajukan.
Baca Juga: Telkom Luncurkan DigiHack 2025: Ajang Hackathon Nasional untuk Ciptakan Inovasi AI Berdampak Sosial
"Jujur, itu sangat membantu dibanding harus pinjam ke pihak ketiga,” jelasnya.
Sebelumnya, Adi sempat mencoba mengajukan pinjaman ke pihak ketiga dengan sistem bagi hasil hingga 10%, yang dirasa memberatkan karena menggerus margin keuntungan.
Ia juga pernah mencoba mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan langsung, tetapi proses administrasi dan prosedurnya dinilai terlalu rumit dan lambat.
Baca Juga: Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan OJK, Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan Nasional
Solusi Invoice Financing dari PaDi UMKM menjadi jawaban atas tantangan yang ia hadapi.
“Bisa dibilang, dua tahun terakhir ini kami eksis ya berkat PaDi.
"Invoice Financing dari PaDi benar-benar sangat membantu untuk cashflow kami sehingga operasional bisa tetap berjalan lancar,” tambah Adi.
Baca Juga: Pulau Kecil Tengah Danau di Bandung Ini Punya Camping Ground Hits, Berani Coba?
Sejak diluncurkan, fitur Invoice Financing di PaDi UMKM telah dimanfaatkan oleh ratusan pelaku usaha.
Total pembiayaan yang disalurkan mendekati Rp500 miliar.
Menariknya, meskipun pelaku usaha dapat mengajukan pembiayaan hingga Rp5 miliar per invoice, mayoritas pengajuan berada di kisaran Rp100 jutaan.
Baca Juga: WIKA Garap Proyek Rp51,3 Miliar, Saluran Irigasi Belimbing Siap Bantu Petani
Artikel Terkait
PaDi UMKM 2025 Jadi Wadah Pertamina Dorong Produk Lokal Lebih Tampil
Pertamina Juara 1 Transaksi di PaDi UMKM 2024, Berhasil Bangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan
Fitur Tender Kilat PaDi UMKM Permudah Pengadaan Perusahaan Secara Cepat dan Transparan
PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025, Nindya Karya Raih Penghargaan BUMN Terbaik
Telkom Selenggarakan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025, Dorong Daya Saing dan Akses Pasar UMKM